Bauran Ritel (skripsi dan tesis)
Usaha ritel membutuhkan strategi-strategi terpadu, agar didalam pengambilan suatu keputusan tidak menyebabkan kerugian bagi perusahaan ritel. Bauran penjualan ritel terdiri dari beberapa unsur strategi yang digunakan untuk mendorong pembeli melakukan transaksi dengan pedagang ritel tertentu. Definisi bauran ritel menurut Levy, Weitz (2012:25) yang di alih bahasakan oleh Pricilia Adji dan Hartono Subagio (2013:1) adalah sebagai berikut: “Bauran ritel adalah kombinasi dari faktor dari pengecer yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mempengaruhi keputusan pembelian mereka.” Sedangkan menurut Kotler Keller (2011:215) yang di alih bahasakan oleh Benyamin Molan (2012:5) definisi retailing mix adalah: “Retailing mix adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir yang mempengaruhi keputusan pembelian untuk penggunaan pribadi dan non-bisnis”. Berdasarkan beberapa definisi mengenai retailing diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bisnis eceran (retailing) merupakan suatu jenis usaha jasa perdagangan yang merupakan saluran terakhir dalam distribusi barang dan jasa dari produsen kekonsumen akhir untuk tujuan kegunaan pribadi ataupun keluarga. Menurut Levy, Weitz (2012:22) yang di alih bahasakan oleh Pricilia Adji dan Hartono Subagio (2013:5) dalam buku Manajemen Ritel menjelaskan retailing mix terdiri dari:
a) Pemilihan barang dagangan Barang yang tersedia dan dijual oleh suatu retail. Kelengkapan barang-barang yang tersedia dalam suatu retail mempengaruhi konsumen terhadap pertimbangan konsumen dalam memilih ritel untuk melakukan pembelian.
b) Penetapan harga Nilai barang-barang yang dijual yang dihitung dalam satuan uang. Harga yang dijangkau merupakan salah satu pertimbangan oleh para konsumen dalam melakukan pembelian. c) Lokasi Lokasi dari suatu retail harus strategis dan mudah dijangkau agar konsumen mudah untuk mendatangi retail tersebut. d) Suasana Lingkungan Toko Suatu kegiatan merancang suasana pembelian yang nyaman menyenangkan melalui kombinasi visual dan non visual yang terdapat dalam retail tersebut. e) Iklan dan Promosi Berkaitan dengan kegiatan yang bertujuan memperkenalkan dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen dari suatu retail f) Penjualan langsung Penjualan barang yang langsung dilakukan oleh tenaga penjual yang terlatih kepada konsumen. g) Pelayaan Kegiatan yang dilakukan oleh pihak retailer dalam melayani konsumen baik pada saat pembelian maupun pada saat pasca pembelian. Bauran ritel sangat penting bagi perusahaan, menurut Christina Widya Utami (2010:87) berikut ini merupakan bauran dari retail mix (penjualan eceran) yaitu terdiri dari:
1. Lokasi toko (store location) Lokasi akan mempengaruhi jumlah dan jenis konsumen yang akan tertarik untuk datang ke lokasi yang strategis, mudah dijangkau oleh sarana transportasi yang ada, serta kapasitas parkir yang cukup memadai bagi konsumen.
2. Pelayanan (operation prosedure) Pelayanan eceran bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada konsumen potensial dalam belanja atau mengenal tempat barang atau jasa yang disediakan.
3. Produk (merchandising) Merupakan perencanaan dan pengendalian dalam pembelian dan penjualan barang dan jasa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pengecer.
4. Harga (pricing tactics) Harga merupakan faktor utama penentuan posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
5. Karyawan toko (costumer service) Pramuniaga yang berkualitas akan menunjang suatu perusahaan untuk dapat mempertahankan konsumenya, perusahaan yang mampu membayar lebih pramuniaganya, akan mendapatkan keuntungan yang lebih dari kompetitornya.
6. Promosi (promotion) Aktivitas yang dibutuhkan penjual eceran untuk menarik dan membujuk konsumen untuk membeli barang. Dari uraian diatas maka penulis sampai pada pemahaman bahwa perusahaan harus mempertimbangkan unsur terpadu yang terdapat pada bauran ritel, agar mndorong pembeli melakukan transaksi dan mencapai pasar sasaran. Perusahaan eceran harus mempertimbangkan unsur-unsur bauran ritel ketika menyusun rencana pemasaran pada usaha eceran, agar aktifitas penjualan barang kepada konsumen akhir dapat berjalan dengan baik.
Comments
Post a Comment