Altruisme dalam Perspektif Islam (skripsi dan tesis)
Setiap orang memiliki rasa cinta terhadap orang lain, ungkapan dari cinta adalah memberikan sesuatu pada orang lain baik dalam bentuk materi, perhatian, dan semua jenis kebaikan, dan tidak mengharapkan apapun kecuali kebaikan untuk orang lain (Nashori,2008). Ajaran islam menetapkan bahwa setiap muslim harus siap menolong saudaranya supaya terlepas dari kesusahan. Sahabat Abu Musa al-Asy’ari r.a. meriwayatkan dari HR.Bukhari bahwa Rasulullah SAW bersabda : “berilah makanan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit dan ringankanlah beban orang yang menderita”(Nashori,2008). Altruisme merupakan perilaku positif yang harus ada dalam setiap diri individu untuk dapat hidup bermasyarakat. Altruisme atau perilaku menolong yaitu melakukan suatu tindakan yang bermanfaat bagi orang lain dan meringankan beban orang lain (Prasetyo,2014). Perilaku menolong dalam perspektif islam adalah merupakan suatu ibadah yang sudah tertanam di dalam setiap individu. Ibadah yang dialkukan dengan rasa penuh ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun kecuali karena Allah semata (Prasetyo, 2014) Al-Hasyimi (2009 dalam Prasetyo, 2014) mengatakan menurut pandangan Allah menolong orang lain adalah perbuatan yang mulia. Islam mengaplikasikan akhlak baik dalam tolong menolong sesuai dengan sabda Rasulullah dengan berbagai cara antara lain : shodaqoh, berbuat baik dengan tangan (action), mencegah kejelekan. Menurut Nashori (2008) Perilaku altruisme ini digambarkan dalam Al-Qur’an, kaum anshar (penolong) adalah orang-orang yang sangat altruistik terhadap kaum muhajirin (orang-orang makkah yang baru pindah ke madinah). Orang orang anshar ini memberi pertolongan yang tulus terhadap kaum muhajirin, orang-orang anshar tidak menaruh keinginan dalam hati dengan segala yang diberikan pada kaum muhajirin.
Comments
Post a Comment