Aspek-aspek Kepemimpinan Autentik (skripsi dan tesis)
Aspek-aspek kepemimpinan autentik menurut Walumbwa, dkk 2008 diantaranya adalah sebagai berikut: a. Self Awareness Cara seseorang memandang dan memahami dirinya sendiri dari waktu kewaktu. Selain itu memahami akan kelebihan serta keruangan yang dimiliki. Hal ini mencakup mendapatkan wawasan mengenai dirinya berdasarkan sudut pandang orang lain (Kernis, 2003). Misalnya, seorang pemimpin menyadari bahwa ucapan dan tindakan tertentu dapat memberikan dampak bagi orang lain. b. Relational Transparency Persepsi pengikut terhadap perilaku pemimpin yang menampilkan dirinya secara ―asli‖ dalam berinteraksi dengan orang lain, bukan pencitraan diri maupun pendistorsian diri. Misalnya, seorang pemimpin yang menampilkan sifatnya secara ―original‖ dan tanpa dibuat-buat dengan maksut pencitraan (Kernis, 2003). Contoh, seorang pemimpin mengakui kesalahan yang telah dilakukannya. c. Balanced Processing Menunjukkan seorang pemimpin yang secara obyektif menganalisis semua informasi dan data yang ada secara relevan sebelum mengambil keputusan. Misal, seorang pemimpin ketika akan mengambil keputusan melihat dari berbagai sudut pandang serta menganalisis berbagai informasi terlebih dahulu (Gardner, Avolio, Luthans, dkk., 2005). Contoh, seorang pemimpin akan memperhatikan dengan seksama sudut pandang yang berbeda sebelum mengambil keputusan. d. Internalized Moral Perspective Merupakan gambaran bawahan terhadap atasan mengenai internalisasi dan regulasi diri, artinya adalah apabila atasan membuat suatu keputusan maka keputusan tersebut sesuai dengan regulasi diri atau tidak bertentangan dengan nilai moral yang dianutnya. Misalnya, pemimpin yang ketika mengambil keputusan berdasarkan standar nilai moral/etika yang telah ditetapkan (Ryan & Deci, 2003). Contoh, seorang pemimpin mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai hidup yang diyakininya. Berdasarkan teori-teori diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa self awareness, relational transparency, balanced processing, dan internalized moral perspective digunakan sebagai dasar membentuk kepemimpinan autentik dalam suatu organisasi atau perusahaan. Keempat aspek tersebut dapat merefleksikan kepemimpinan autentik seorang atasan, secara garis besar keempat aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai kemampuan seorang atasan untuk memahami dirinya sendiri kemudian mampu memahami orang lain, pemimpin berinteraksi dengan orang lain secara apa adanya, kemampuan pemimpin untuk mengolah data dan informasi secara relevan sebelum melakukan pengambilan keputusan dan ketika memutuskan suatu kebijakan maka tidak bertentangan dengan nilai yang dianutnya
Comments
Post a Comment