Aspek-aspek Kerja sama tim (skripsi dan tesis)

 

Aspek-aspek kerja sama tim menurut Kalisch, Lee, dan Salas (2010) diantaranya adalah sebagai berikut: a. Trust Berbagi persepsi bahwa anggota akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan saling tergantung dan bertindak dalam kepentingan tim. Contoh, karyawan satu dengan lainnya memiliki rasa saling percaya untuk mencapai suatu tujuan tim. b. Team Orientation Kekompakan, dimana orang-orang melihat kesuksesan dan kinerja tim lebih diutamakan daripada kebutuhan individu. Contoh, dalam suatu tim masing-masing karyawan mampu menahan rasa ego masing-masing sehingga menimbulkan kekompakan yang baik dan menghasilkan pekerjaan yang maksimal. c. Back up Antara individu satu dengan individu lainnya saling membantu satu sama lain dengan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Misalnya, masing-masing karyawan mampu saling membantu ketika sedang menghadapi kesulitan   d. Shared Mental Model Merupakan saling konseptualisasi dari tugas, peran, kekuatan/kelemahan, proses dan strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang saling bergantung. Contoh, masing-masing karyawan memahami peran masing-masing yang dimiliki. e. Team leadership Merupakan struktur, arah, serta dukungan yang diberikan oleh seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam sebuah kelompok maupun suatu organisasi. Misalnya, dalam sebuh tim terdapat karyawan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih tinggi dari lainnya dan mampu membantu mengarahkan karyawan lainnya. Morgan, dkk (1986) mengidentifikasi terdapat tujuh dimensi keterampilan kerja sama tim yaitu: a. Communication Proses timbal balik dari anggota tim yang mengirim dan menerima informasi untuk membentuk dan kembali membentuk sikap, perilaku, dan kesadaran tim (Connaughton & Daly, 2004). Contoh, seorang karyawan menyampaikan informasi kepada anggota lain dalam urutan yang benar. b. Cooperation Pemberi motivasi kerja tim. Intinya adalah sikap, keyakinan, serta perasaan tim yang mendorong suatu tindakan perilaku (Mathieu dkk, 2008). Contoh, seorang karyawan membantu anggota lain ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.  c. Team spirit and morale Merupakan sikap yang umum terjadi dalam tim. Semangat yang melibatkan kesetiaan pada tim dan anggota lainnya, dan juga memiliki kekuatan persatuan untuk melawan tekanan serta mendapatkan pencapaian yang telah ditentukan (Ralea, 2011). Contoh, seorang karyawan sebagai anggota tim membahas cara meningkatkan kinerja tim. d. Giving suggestions or criticisms Dapat diartikan sebagai informasi yang diberikan oleh individu terkait kinerjanya baik dari atasan, rekan kerja, maupun bawahannya (London, 2013). Contoh, seorang karyawan memberi tahu kesalahan yang dilakukan oleh anggota lain ketika ditanya. e. Acceptance of suggestions or criticisms Dapat diartikan sebagai informasi yang diterima oleh individu terkait kinerjanya baik dari atasan, rekan kerja, maupun bawahannya (London, 2013). Contoh, seorag karyawan bertanya apa kesalahan yang dilakukan ketika diberitahu bahwa telah melakukan kesalahan. f. Coordination Pemberlakuan mekanisme perilaku dan kognitif yang diperlukan untuk melakukan tugas dan mengubah sumber daya tim menjadi hasil (Marks dkk, 2001). Contoh, seorang karyawan memberikan informasi yang dibutuhkan karyawan lain sebelum diminta.   g. Adaptability Mengubah perilaku yang biasa dilakukan sehari-hari untuk memenuhi tuntutan situasi dalam suatu keadaan tertentu (Salas, Edens & Wilson, 2009). Contoh, seorang karyawan mengerjakan suatu pekerjaan yang bukan bagiannya untuk membantu kelancaran kinerja tim. Berdasarkan teori-teori diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa communication, cooperation, team spirit and morale, giving suggestions or criticisms, acceptance of suggestions or criticisms, coordination, dan adaptability digunakan sebagai dasar membentuk kerja sama tim dalam suatu organisasi atau perusahaan

Comments

Popular Posts