Hubungan Kerja sama tim dan Kepemimpinan Autentik (skripsi dan tesis)
Manusia merupakan makhluk sosial dimana mereka membutuhkan satu sama lain. Mereka mampu membantu satu sama lain dan bekerja sama. Kerja sama tim merupakan aspek yang penting dalam kehidupan. Idealnya dalam kerja sama tim seorang individu dengan individu lainnya mampu untuk melengkapi satu sama lain. Mereka dapat saling membantu ketika sedang dalam kesulitan. Menurut Marpaung (2014) kerja sama tim adalah sebuah proses penyelesaian suatu pengerjaan oleh dua orang atau lebih dan mengevaluasi kegiatan secara bersama-sama. Jika didalam suatu tim tidak tercipta suatu kerja sama tim dengan baik, maka keseimbangan tim tidak akan terjaga dan akan membuat pekerjaan yang dikerjakan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, didalam suatu tim memiliki seseorang atau beberapa orang yang memiliki perilaku kepemimpinan autentik. Adanya seseorang yang memiliki sifat kepemimpina autentik yang baik maka dirinya akan dipercaya oleh orang lain sehingga didalam sebuah tim akan tercipta kerja sama tim yang efektif. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki sifat kepemimpinan autentik yang baik maka seseorang akan memiliki kesadaran diri (self awareness), hubungan yang transparan (relational transparency), pemrosesan yang seimbang (balanced processing), serta internalisasi perspektif moral (internalized moral perspective). Kesadaran diri (self awareness) adalah bagaimana seseorang memandang dan memahami dirinya sendiri dari waktu kewaktu. Ketika seseorang memahami akan kelebihan serta kekuruangan yang dimiliki maka dia akan memiliki kompetensi yang baik. Hal ini sejalan dengan penjelasan Robbins (2003) yang menjelelaskan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan interpersonal yang dimiliki seseorang. Pemimpin yang memiliki kompetensi yang baik ketika dia mampu memahami apa yang dia katakan. Oleh karena itu akan sangat penting mamahami kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Hubungan yang transparan (relational transparency) merupakan suatu hal yang bagus untuk menyelesaikan pekerjaan. Ketika seorang pemimpin bersifat transparan kepada para anggotanya maka hal ini akan menimbulkan rasa percaya orang-orang disekitarnya. Maka tidak heran jika hal ini mampu menciptakan kinerja yang efektif dalam sebuah tim (Robbins, 2002). Menurut Schindler dan Thomas (dalam Robbins, 2002) konsep kepercayaan dibangun oleh lima dimensi yang salah satunya adalah integritas. Intergritas merujuk pada masalah kejujuran dan kebenaran (Robbins, 2003). Seorang pemimpin harus selalu berkata jujur kepada anggotanya jika ingin selalu mendapat kepercayaan.
Pemimpin juga harus mengatakan suatu kebenaran meskipun hal tersebut sulit serta mengakui kesalahan yang diperbuat. Pemrosesan yang seimbang (balanced processing) merupakan suatu hal yang sangat baik bagi seorang pemimpin. Dalam mengumpulkan informasi maupun data sebelum mengambil keputusan, pemimpin akan terbuka dan tidak menutup ide-ide baru. Sesuai dengan Robbins (2002) yang menjelaskan bahwa keterbukaan berhubungan dengan keinginan untuk membagi ide dan informasi dengan bebas. Seorang pemimpin tidak akan menutup ide-ide baru yang masuk. Kemudian akan merasa nyaman ketika berbagi dan terbuka kepada orang lain. Internalisasi perspektif moral (internalized moral perspective) berdasarkan nilai moral/etika yang ada sangat penting bagi seorang pemimpin. Menunjukkan keyakinan yang konsisten dengan tindakan akan membuat seseorang dapat diandalkan. Hal ini sama yang dijelaskan oleh Robbins (2003) yaitu seseorang yang konsisten dapat diandalkan, mudah diprediksi, dan memiliki penilaian yang baik dalam menilai situasi. Menurut De Janasz (2006) seseorang tidak akan percaya kepada pemimpin jika pemimpin tersebut tindakannya tidak sesuai dengan yang diucapkannya. Oleh karena itu seorang pemimpin dapat menjadi seseorang yang diandalakan jika dia mampu berbuat sesuai dengan perkataannya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan autentik memiliki hubungan yang positif terhadap kerja sama tim. Kepemimpinan autentik menjadi variabel yang mempengaruhi kerja sama tim seorang individu.
Comments
Post a Comment