Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)
Penelitian Hsin-Kuang et al. (2008) bertujuan untuk mengeksplorasi efek transformasi kepemimpinan, budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi. Subyek penelitian adalah karyawan administrasi yang bekerja di kesejahteraan sosial dan yayasan kebajikan dari organisasi nonprofit di Taiwan. Penelitian ini menemukan hasil sebagai berikut: (1) kepemimpinan transformasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi; (2) kepuasan kerja memiliki efek mediasi pada kepemimpinan transformasi dan budaya organisasi; dan (3) kepuasan kerja memiliki efek mediasi pada kepemimpinan transformasi dan kinerja. Penelitian Koc (2011) bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku kepemimpinan para manajer pada kepuasan kerja dan kinerja karyawan yang bekerja dalam perusahaan ukuran menengah dan kecil di wilayah industri Ankara, Turkey. Data berasal dari kuesioner yang dikumpulkan sebanyak 266 yang menunjukkan hasil ada hubungan antara perilaku kepemimpinan dan kepuasan kerja karyawan. Penelitian Susanj dan Jakopec (2012) mengeksplorasi hubungan antara gaya kepemimpinan yang berbeda (aktif dan pasif) dan komitmen organisasi. Lebih lanjut, penelitiannya menjelaskan peran persepsi keadilan dan kepuasan kerja sebagai mediator. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 537 orang yang direkrut dari 17 organisasi di Kroasia yang mewakili berbagai industri yang berbeda (manufaktur, sektor publik, layanan), departemen (produksi, akunting, personalia), dan tingkat organisasi (mulai dari karyawan pada posisi nonmanagerial, supervisor lini pertama, hingga manajer menengah). Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan aktif secara positif baik pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap komitmen organisasi, sedangkan gaya kepemimpinan pasif tidak memengaruhi persepsi keadilan, kepuasan kerja, dan komitmen. Lin dan Tseng (2013) dalam hasil penelitiannya menunjukkan perilaku kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja. Penelitian Shurbagi (2014) yang memeriksa hubungan kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi pada 280 karyawan dari sektor minyak bumi di Libya menunjukkan bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja dan memiliki peran dalam memperkuat hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja. Penelitian Robert et al. (2014) menganalisis hubungan kepemimpinan transaksional dan transformasional pada kepuasan kerja perawat yang teregistrasi. Hasil menunjukkan baik autonomy (kepemimpinan transformasional) maupun distributive justice (kepemimpinan transaksional) memengaruhi secara positif dan signifikan pada kepuasan kerja perawat yang teregister. Penelitian Abdelhafiz (2015) juga menunjukkan kepemimpinan transformasional dan transaksional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Amman, Yordania. Kepuasan kerja dipengaruhi lebih besar oleh kepemimpinan transformasional daripada transaksional.
Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Kuswandi dkk. (2012) yang menganalisis hubungan kepemimpinan transformasional, nilai personal, kepuasan kerja, dan kinerja dosen di Kalimantan Selatan dengan menggunakan sampel sebanyak 145. Teknik analisis menggunakan SEM menghasilkan kepemimpinan transformational tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada kepuasan kerja. Begitu pula Thamrin (2012) yang menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi pada kepuasan kerja dan kinerja organisasi. Responden yang digunakan adalah 105 karyawan perusahaan pengiriman di Jakarta dengan teknik analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja
Comments
Post a Comment