Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention (skripsi dan tesis)
Yin-Fah et al. (2010) yang mengeksplorasi turnover intention di antara karyawan sektor swasta di Petaling, Malaysia dengan 120 responden menunjukkan korelasi moderat antara kepuasan kerja dan turnover intention. Kepuasan kerja berpengaruh negatif pada turnover intention. Penelitian Yucel (2012) yang menguji hubungan antara kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan turnover intention pada 250 karyawan dari perusahaan manufaktur Turki menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif pada turnover intention. Hal ini mencerminkan bahwa karyawan yang terpuaskan dalam pekerjaannya maka mereka memiliki komitmen yang tinggi dan rendahnya niat keluar dari organisasi. Medina (2012) mengeksplorasi hubungan antara kepuasan kerja dan turnover intention karyawan dalam konteks budaya organisasi dengan sampel sebanyak 3.758 buruh yang diperoleh dari General Social Survey (GSS) yaitu survei sosiologi yang mengumpulkan data perilaku dan karakteristik demografi penduduk di Amerika Serikat. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif terhadap turnover intention, sementara budaya organisasi memoderasi hubungan ini. Penelitian Lai dan Chen (2012) juga menunjukkan kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan pada turnover intention.
Harpert (2013) yang meneliti kepuasan kerja, ketersediaan alternatif pekerjaan yang dirasakan, dan turnover intention pada 204 karyawan Suralco, LLC di Suriname menunjukkan hasil pengaruh negatif dan signifikan dari kepuasan kerja ke turnover intention yang mengindikasikan bahwa rata-rata karyawan yang mengalami ketidakpuasan memiliki niat untuk meninggalkan organisasi. Penelitian Olusegun (2013) pada 226 petugas perpustakaan dari 10 universitas negeri di South West Nigeria, menyatakan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan pada turnover intention, sehingga kebijakan kepuasan kerja harus diformulasikan untuk menurunkan turnover intentions karyawan. Penelitian Sartika (2014) bertujuan untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung antara kepuasan kerja, komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap turnover intention. Dengan menggunakan sampel 170 orang dan metode analisis jalur, maka hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh langsung negatif kepuasan kerja terhadap keinginan keluar karyawan. Saeed et al. (2014) dengan sampel 200 karyawan menguji pengaruh beberapa faktor yang memengaruhi turnover intention. Hasilnya menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan pada turnover intention. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Puangyoykeaw dan Nishide (2015) yang meneliti tentang hubungan antara need satisfaction, kepuasan kerja, life satisfaction, komitmen karyawan, dan turnover intention pada 400 imigran Myanmar sebagai sampel yang diperoleh secara acak dari 13 pabrik pemrosesan seafood Thailand. Dengan menganalisis data menggunakan SEM menunjukkan hasil yang kontradiktif yaitu kepuasan kerja tidak memengaruhi secara signifikan turnover intention
Comments
Post a Comment