Pengertian Kepemimpinan Autentik (skripsi dan tesis)
Kata autentik berasal dari bahasa Yunani dalam filosofi Yunani berarti menjadi dirimu yang sesungguhnya (to thine own self be true). Menjadi diri yang sesungguhnya adalah kunci komponen dari autentik. Selain menjadi diri yang sebenarnya autentik juga adalah ketika seseorang terbuka terhadap orang lain, berperilaku jujur, dan melakukan hal yang benar. Artinya, seseorang dengan tipe kepemimpinan autentik harus mampu menjadi dirinya sendiri, apa yang dikatakan maka itu juga yang akan dilakukan. Definisi operasional tentang kepemimpinan autentik yang dikaji, yaitu pola perilaku pemimpin yang mengacu pada kapasitas psikologis positif dan mempromosikan iklim etika yang positif melalui kesadaran diri yang mendalam, perspektif moral yang diinternalisasikan, pengolahan informasi yang seimbang, dan relasi yang transparan antara pemimpin dan pengikut untuk mendorong pengembangan diri yang positif. Kepemimpinan autentik pertama kali dikenalkan oleh Bill George (2003) sebagai tipe kepemimpinan yang didasarkan pada kepribadian pemimpin dengan mengutamakan tujuan, memberikan arti, dan nilai yang disampaikan secara jujur dan tulus tanpa dibuat-buat. Peterson (2008) berpendapat, tujuan dari kepemimpinan autentik ini adalah membangun hubungan dengan pegawai sehingga mampu menginspirasi pegawai dan menumbuhkan kesadaran diri pegawai untuk memberikan kemampuannya secara maksimal dalam bekerja. Sejalan dengan itu, Bill George (2003) mengatakan dalam bukunya yang berjudul Authentic Leadership, ‘’Leaders are able to build strong relationships and very long with employees’’, hal tersebut mengarah pada seorang pemimpin yang autentik mampu membangun hubungan yang kuat dan sangat lama dengan pegawai, kepemimpinan autentik mampu menciptakan kepercayaan interpersonal pegawai terhadap atasan sehingga hal tersebut mampu meningkatkan keterikatan pegawai dengan organisasi. Sebagai penjelasan lebih lanjut, kepercayaan yang dimiliki oleh pegawai muncul manakala pemimpin menunjukan penghargaan yang tidak dibuat-buat demi kepentingan pribadi dan memperlihatkan perilaku sesuai dengan nilai yang dianut, sehingga pegawai merasa nyaman baik dalam pekerjaannya maupun lingkungan kerjanya. Rego, Lopes, dan Nascimento (2016) berpendapat bahwa dalam lingkup organisasi, kepemimpinan autentik mampu menumbuhkan komitmen organisasi pegawai melalui kapasitas psikologinya yaitu self-efficacy, harapan, dan optimisme. Hal tersebut dikarenakan melalui perilaku yang tidak dibuat-buat oleh pemimpin yang autentik mampu menumbuhkan keyakinan diri terhadap pegawai akan kemampuan mereka sendiri. Bukan hal yang tidak mungkin kepemimpinan autentik akan mampu menumbuhkan komitmen pegawai untuk mencapai tujuan dan prioritas organisasi melalui outcome yang dihasilkan (Kliuchnikov, 2011). Luthans, Avolio, dan Walumbwa (2004) berpendapat kepemimpinan autentik dalam organisasi merupakan kemampuan dan proses yang menekankan pada kapasitas psikologis yang positif dalam konteks organisasi yang maju, menghasilkan kesadaran diri, pengembangan diri, dan perilaku positif yang lebih besar pada pemimpin dan pengikutnya, kepemimpinan autentik sebagai pemimpin yang sangat sadar terhadap dirinya (deeply aware) dalam berpikir dan bertindak, serta pada persepsi orang lain sebagai orang yang sadar terhadap nilai-nilai moral dirinya dan orang lain yang merujuk pada pemimpin yang berwawasan luas dan memiliki kekuatan, sadar konteks di mana sedang berada, merasa yakin, memiliki harapan, optimisme, ketangguhan, dan karakter moral yang tinggi. Pemimpin dengan tipe kepemimpinan autentik merasa yakin, memiliki harapan, optimis, tangguh, transparan, bermoral, berorientasi masa depan, dan memberikan prioritas untuk mengembangkan pengikutnya menjadi pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Pemimpin yang autentik tidak memaksa, namun berupaya mempersuasi pengikutnya secara rasional, lebih mengutamakan pengembangan diri, internalisasi nilai-nilai yang autentik, dan keyakinan pengikutnya (Luthans dan Avolio, 2003). Ilies (2012) menambahkan bahwa pemimpin yang autentik sangat menyadari nilai hidup dan keyakinannya, percaya diri, asli (genuine), dapat diandalkan dan dipercaya, fokus pada pengembangan kekuatan para pengikutnya, memperluas pemikiran pengikutnya, dan menciptakan suasana organisasi yang positif dan menyenangkan
Comments
Post a Comment