Definisi Employee Engagement (skripsi dan tesis)


Employee engagement juga sering disebut dengan work engagement. Beberapa peneliti menggunakan istilah yang berbeda untuk mendefinisikan engagement tersebut. Namun yang membedakan antara istilah work engagement dengan employee engagement yaitu, work engagement mengarah pada hubungan antara karyawan dengan pekerjaannya, sedangkan employee engagement lebih mengarah pada hubungan antara karyawan dengan pekerjaan serta organisasinya (Schaufeli, 2013). Sedangkan Kahn (1990) menyebutnya dengan engagement yang didefinisikan sebagai kesadaran individu yang mengikat dirinya dengan pekerjaannya, dan ketika mereka sudah terikat maka mereka memperkerjakan dan mengekspresikan diri mereka secara fisik, kognitif, emosional dan mental selama pelaksanaan pekerjaannya. Aspek kognitif mencakup keyakinan yang dimiliki oleh karyawan mengenai organisasi tersebut, para pemimpinnya, serta kondisi kerja. Aspek emosional meliputi bagaimana perasaan karyawan terhadap organisasi dan pemimpinnya. Serta aspek fisik meliputi energi fisik yang dikeluarkan oleh karyawan dalam melaksanakan tugas perannya di organisasi. Schaufeli et al (2002) mendefinisikan employee engagement sebagai keadaan yang positif, memuaskan, serta keadaan pikiran yang berhubungan dengan pekerjaan yang dikarakteristikkan dengan vigor, dedication, dan absorption. Vigor sebagai level energi dan resiliensi yang tinggi. Dedication sebagai keterlibatan kuat yang ditandai dengan antusiasme, rasa bangga dan inspirasi. Serta absoption sebagai keadaan terjun total pada karyawan yang   dikarakteristikkan oleh cepatnya waktu berlalu dan sulitnya memisahkan seseorang dari pekejaannya. Employee engagement juga banyak didefinisikan sebagai komitmen emosional dan intelektual kepada organisasi (Baumruk, 2004). Menurut Frank, Finnegan, dan Tayloy (2004) employee engagement didefinisikan sebagai sejumlah usaha yang bersifat discretionary yang ditampilkan oleh karyawan di pekerjaannya. Selain itu, menurut Gibbons (2006) employee engagement adalah hubungan emosional dan intelektual yang tinggi yang dimiliki oleh karyawan terhadap pekerjaannya, organisasi, manajer, atau rekan kerja yang memberikan pengaruh untuk menambah discretionary effort dalam pekerjannya. Berdasarkan definisi-definisi yang disebutkan di atas, maka penelitian ini akan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Schaufeli et al (2002) yang mengatakan bahwa employee engagement sebagai keadaan yang positif, memuaskan, serta keadaan pikiran yang berhubungan dengan pekerjaan yang dikarakteristikkan dengan vigor, dedication, dan absorption

Comments

Popular Posts