Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah (Kurs) (skripsi dan tesis)

 Menurut Jeff Madura dan Roland fox (2011:108) terdapat 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, yaitu: 1. Faktor Fundamental Faktor fundamental berkaitan dengan indikator ekonomi seperti inflasi, suku bunga, perbedaan relatif pendapatan antar negara, ekspektasi pasar dan intervensi bank sentral. 2. Faktor Teknis Faktor teknis berkaitan dengan kondisi permintaan dan penawaran devisa pada saat tertentu. Apabila ada kelebihan permintaan sementara penawaran tetap, maka harga valuta asing akan terapresiasi. Sebaliknya apabila ada kekurangan permintaan sementara penawaran tetap, maka nilai valuta asing akan terdepresiasi. 3. Sentimen pasar  Sentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita politik yang bersifat insidentil, yang mendorong harga valuta asing naik atau turun secara tajam dalam jangka pendek. Apabila rumor atau berita sudah berlalu, maka nilai tukar akan kembali normal. 

Sedangkan menurut Hamdy Hady (2010:109) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar (kurs) yaitu : a. Supply dan demand foreign currency Valas (forex) sebagai benda ekonomi mempunyai permintaan dan penawaran paada bursa valas. Sumber-sumber penawaran (supply) valas terdiri dari: 1. Ekspor barang dan jasa yang menghasilkan valas 2. Impor modal (capital import) dan transaksi valas lainnya dari luar negeri ke dalam negeri. Sedangkan sumber-sumber dari permintaan (demand) valas terdiri dari: 1. Impor barang dan jasa yang menghasilkan valas 2. Ekspor modal (capital import) dan transaksi valas lainnya dari dalam negeri ke luar negeri. b. Posisi BOP (Balance of Payment) Balance of payment atau neraca pembayaaran internasional adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan, dan moneter antara penduduk suatu negara dan penduduk luar negeri untuk suatu periode tertentu (biasanya satu tahun). Catatan transaksi ekonomi internasional yang terdiri atas impor dan ekspor barang, jasa dan modal pada suatu periode tertentu akan menghasilkan suatu posisi saldo positif (surplus) dan negatif (defisit) atau ekuilibrium. c. Tingkat inflasi Perubahan laju inflasi dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran valuta yang kemudian mempengaruhi nilai tukar. d. Tingkat suku bunga Sama dengan pengaruh inflasi, perubahan tingkat bunga dapat berpengaruh terhadap kurs valas. Perubahan suku bunga relatif mempengaruhi inflasi dan sekuritas-sekuritas asing yang selanjutnya akan mempengaruhi permintaan dan penawaran terhadap valuta asing dan nilai tukar. e. Tingkat pendapatan Seandainya kenaikan pendapatan masyarakat di Indonesia tinggi sedangkan kenaikan jumlah barang yang tersedia relatif kecil, tentu impor barang akan meningkat. Peningkatan impor ini akan   membawa efek kepada peningkatan demand valas yang pada gilirannya akan mempengaruhi kurs valas. f. Pengawasan pemerintah Faktor pengawasan pemerintah yang biasanya dijalankan dalam berbagai bentuk kebijakan moneter, fiskal, dan perdagangan luar negeri untuk tujuan tertentu mempunyai pengaruh terhadap kurs valas atau forex rate. g. Ekspektasi dan spekulasi Adanya harapan bahwa tingkat inflasi akan menurun atau sebaliknya juga dapat mempengaruhi kurs valas. Adanya spekulasi atau isu defaluasi rupiah karena defisit current account yang besar juga berpengaruh terhadap kurs valas dimana valas secara umum mengalami apresiasi. Pada dasarnya, eskpektasi dan spekulasi yang timbul di masyarakat akan mempengaruhi permintaan dan penawaran valas yang pada akhirnya akan mempengaruhi kurs valas. Berdasarkan pemaparan diatas, sampai pada pemahaman penulis bahwasannya nilai tukar itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Contohnya itu seperti faktor fundamental dari negara itu sendiri, aspek teknis, aspek sentimen pasar, permintaan dan penawaran, posisi dari neraca pembayaran internasional, dan lain sebagainya. 

Comments

Popular Posts