Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Karyawan untuk Berubah (skripsi dan tesis)
Holt et al (2007) mengemukakan bahwa kesiapan untuk berubah dapat dipengaruhi oleh lima faktor yaitu:
a. Change-specific content Change-specific content merujuk pada apa yang akan diubah oleh organisasi. Artinya, individu harus mempertimbangkan apa yang sedang diubah. Perubahan organisasi yang umum mencakup perubahan strategi dan struktur, dan inovasi dalam praktik sumber daya manusia. Change-specific content diindikasikan dengan ''appropriateness'' dari perubahan yang akan dipertimbangkan saat individu mengevaluasi dan bereaksi terhadap perubahan.
b. Change process Change process meliputi bagaimana proses pelaksanaan perubahan yang telah direncanakan sebelumnya, serta bagaimana cara perubahan dilakukan oleh para pemimpin. Change proses juga mencakup strategi spesifik yang digunakan agen perubahan untuk menerapkan perubahan organisasi. Menurut Holt et al (2007), dukungan yang diberikan, perencanaan yang dilakukan, dan informasi yang disampaikan oleh para pemimpin menjadi faktor penting dalam mengukur kesiapan berubah pada individu yang mengeksplorasi proses perubahan.
c. Internal context Internal context mencakup keadaan yang menggambarkan organisasi saat memulai perubahan. Internal context diartikan oleh Mowday dan Sutton (dalam Holt et al, 2007) sebagai kondisi organisasi yang mempengaruhi kepercayaan, sikap, niat, dan perilaku individu.
d. Individual attributes Individual attributes mengacu kepada “siapa”, yaitu anggota organisasi mana yang membutuhkan perubahan. Individual attributes juga mewakili kondisi internal individu yang mempengaruhi kepercayaan, sikap, niat, dan perilaku mereka saat menghadapi perubahan. Faktor individu yang umum yang mungkin mempengaruhi kesiapan adalah disposisi terhadap perubahan dan keterampilan ataupun kemampuan inividu.
e. Intentions and reactions Intentions dan reactions mewakili hasil sikap atau perilaku aktual yang mungkin dilakukan individu untuk menunjukkan penerimaan atau penolakan mereka terhadap inisiatif perubahan. Selain dari faktor diatas, Saks (2006) dalam penelitiannya menemukan bahwa employee engagement merupakan faktor utama yang mempengaruhi suksesnya inisiasi perubahan organisasi. Echols (2005) dan Crabtree (2005) juga mengatakan bahwa komitmen organisasi dan employee engagement menjadi elemen paling penting untuk kesuksesan perubahan organisasi
Comments
Post a Comment