Faktor Organizational Change Readiness (skripsi dan tesis)


 Kanter (dalam Hanpachern, 1998) faktor penting dari perubahan individu adalah yang siap dan ingin terlibat dalam proses perubahan itu, orang-orang akan siap ketika adanya ketebukaan dalam metode partisipatif. McNabb dan Sepic (dalam Hanpachern, 1998) yang mempengaruhi kesiapan untuk perubahan adalah budaya organisasi dan iklim operasi. Readiness for change adalah satu dari sekiann banyak faktor yang berkontribusi pada efektivitas perubahan dalam sebuah organisasi. Readiness menggambarkan keyakinan, sikap dan tujuan dari para anggota organisasi mengenai seberapa luas perubahan tersebut diperlukan dan kapasitas keberhasilan organisasi dalam melakukan perubahan (A.B. Susanto, 2008). Tampilan perilaku secara kognitif adalah kecenderungan untuk menolak atau mendukung upaya perubahan organisasi tersebut. Rafferty, A. E., Jimmieson, N. L., & Armenakis, A. A. (2013) untuk menghadapi evaluasi perubahan organisasisecara keseluruhan dari setiap individu, dipengaruhi oleh faktor berikut : 7 1. Keyakinan individu (a) bahwa perubahan itu diperlukan, (b) bahwa ia memiliki kemampuan untuk berhasil dalam melaksanakan perubahan, dan (c) bahwa perubahan akan memiliki hasil yang positif bagi pekerjaannya. 2. Penilaian orientasi pada masa depan serta tanggapan positif emosional afeksi terhadap suatu perubahan. Pada ulasan peneliti, disebutkan bahwa seseorang dikatakan siap menghadapi perubahan jika efektifnya partisipasi, kepemimpinan, komunikasi dalam proses manajemen perubahan.dan adanya keyakinan positif mengenai kontribusi dan evaluasi secara keseluruhan, kemudian lebih menjelaskan bahwa perilaku yang ada dalam setiap proses individu adalah ciri psikologis yang positif, dimana itu akan berkontribusi dalam penilaian evaluasi keyakinan positif dan respon afektif secara keseluruhan bahwa seseorang siap menghadapi perubahan organisasi.

Comments

Popular Posts