Jenis-jenis Harga Saham (skripsi dan tesis)
Menurut Sunariyah (2011:127) ada 3 (tiga) jenis harga saham, yaitu: “1. Harga Nominal Harga nominal merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya. Besarnya harga nominal tergantung keinginan emiten. 2. Harga Perdana Harga perdana merupakan harga sebelum harga saham dicatat di bursa. Besarnya harga perdana tergantung pada persetujuan antara emiten dan penjamin emisi. 3. Harga Pasar Harga pasar merupakan harga jual saham antara investor yang satu dengan investor lainnya setelah dicatat di bursa. Harga pasar tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran dipasar sekunder”. Menurut Sawidji Widoatmodjo (2012:54) ada 8 (delapan) jenis harga saham, yaitu: “1. Harga Nominal Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting saham karena dividen minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal. 2. Harga Perdana Harga ini merupakan pada waktu harga saham tersebut dicatat dibursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwrite) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana. 3. Harga Pasar Kalau harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatat dibursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dari penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benarbenar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar. 4. Harga Pembukaan Harga pembukuan adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat jam bursa dibuka. Bisa saja terjadi pada saat dimulainya hari bursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham, dan harga sesuai dengan yang 41 diminta oleh penjual dan pembeli. Dalam keadaan demikian, harga pembukuan bisa menjadi harga pasar, begitu juga sebaliknya harga pasar mungkin juga akan menjadi harga pembukaan. Namun tidak selalu terjadi. 5. Harga Penutupan Harga penutupan adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa. Pada keadaan demikian, bisa saja terjadi pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atas suatu saham, karena ada kesepakatan antar penjual dan pembeli. Kalau ini yang terjadi maka harga penutupan itu telah menjadi harga pasar. Namun demikian, harga ini tetap menjadi harga penutupan pada hari bursa tersebut. 6. Harga Tertinggi Harga tertinggi suatu saham adalah harga yang paling tinggi yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi transaksi atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. 7. Harga Terendah Harga terendah suatu saham adalah harga yang paling rendah yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi apabila terjadi transaksi atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. Dengan kata lain, harga terendah merupakan lawan dari harga tertinggi. 8. Harga Rata-rata Harga rata-rata merupakan perataan dari harga tertinggi dan terendah”. Berdasarkan teori-teori di atas, sampai pada pemahaman penulis bahwa jenis-jenis harga saham terdiri dari harga nominal, harga perdana, harga pasar, harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga ratarata. Dengan mengetahui jenis-jenis harga saham ini, penulis dapat mengetahui berbagai harga saham yang digunakan pemegang saham di bursa efek. 2.1.6.3 Penilaian Harga Saham Menurut Harmono (2011:56) penilaian surat berharga saham dapat dirinci ke dalam beberapa jenis nilai saham, sebagai berikut: “1. Nilai nominal (par value: nilai kewajiban yang ditetapkan untuk tiap lembar saham). Kepentingannya berkaitan dengan hukum. 2. Agio saham (additional paid in capital atau excess of fair value): selisih yang dibayar oleh nilai nominalnya 3. Nilai modal disetor (paid in capital: total yang dibayar oleh pemegang saham kepada emiten untuk ditukarkan dengan saham biasa atau preferen). 42 4. Laba ditahan (retained earnings): sebagai laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham untuk ditanamkan kembali ke perusahaan. 5. Nilai buku: menunjukkan aktiva bersih yang dimiliki pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham. 6. Nilai pasar: harga yang ditentukan oleh pasar pada saat tertentu. 7. Nilai intrinsik atau nilai fundamental ini ada dua pendekatan yang umum digunakan, misalnya laba, deviden, penjualan, dan sebagainya. Sedangkan analisa teknikal menggunakan data pasar”. Menurut Hartono Jogiyanto (2011:282) terdapat dua model dan teknik analisis dalam penilaian harga saham, yaitu: “1. Analisis Fundamental Analisis fundamental bertolak dari anggapan dasar bahwa setiap investor adalah makhluk rasional. Keputusan investasi saham dari seorang investor yang rasional didahulukan oleh suatu proses analisis terhadap variabel yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi harga atau efek. Alasan dasarnya jelas yaitu nilai saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya itu intrinsik pada suatu saat, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam meningkatkan nilainya untuk jangka panjang. Informasi-informasi fundamental dari perusahaan di antaranya adalah: − Kemampuan manajemen perusahaan − Prospek perusahaan − Prospek pemasaran − Perkembangan teknologi − Kemampuan menghasilkan keuntungan − Manfaat terhadap perekonomian nasional − Kebijakan pemerintah − Hak-hak yang diterima investor 2. Analisis Teknikal Analisis teknikal menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang irasional. Suatu individu yang bergabung ke dalam suatu masa, bukan hanya sekedar kehilangan rasionalitasnya, tetapi juga sering kali melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. Harga saham sebagai komoditas perdagangan dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang merupakan manifestasi dan kondisi psikologis investor”. Berdasarkan teori-teori di atas, sampai pada pemahaman penulis bahwa penilaian harga saham terdiri dari nilai nominal, agio saham, nilai modal disetor, laba ditahan, nilai buku, nilai pasar, nilai intrinsik, analisis fundamental, dan analisis teknikal. Dengan mengetahui penilaian harga saham ini, penulis dapat mengetahui nilai saham merupakan yang mewakili nilai perusahaan, tidak hanya itu intrinsik pada suatu saat, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam meningkatkan nilainya untuk jangka panjang
Comments
Post a Comment