Pengaruh Nilai Tukar Rupiah (Kurs) Terhadap Harga Saham (skripsi dan tesis)

 Pada dasarnya kurs merupakan sebuah indikator yang dapat mencerminkan atau menggambarkan keadaan suatu nilai mata uang dari sebuah  negara terhadap nilai mata uang negara lain. Nilai mata uang dari sebuah negara itu dapat berubah sewaktu waktu dan biasanya hal ini dikarenakan pergerakan kurs dollar yang mana kurs ini dapat memberikan dampak atau pengaruh terhadap mata uang negara lainnya. Ketika nilai dari kurs dollar menjurus melambung tinggi, bagi negara yang belum siap untuk menghadapi hal ini maka akan terjadi penurunan atau pelemahan terhadap nilai tukar dari mata uang tersebut. Dan tentunya hal ini akan berimbas terhadap sektor-sektor yang ada di dalam negeri, baik itu sektor industri, properti, perdagangan, perbankan dan lain sebagainya. Fluktuasi kurs yang tidak stabil tentunya akan menimbulkan dampak negatif terhadap perdagangan saham di pasar modal, bagi para investor yang tidak ingin mengambil resiko maka mereka akan cenderung melakukan penarikan modal sehingga dapat terjadi capital of flow dan hal ini akan berimbas pada menurunnya harga saham. Pengaruh nilai tukar terhadap harga saham menurut Eduardus Tandelilin (2010:344) adalah sebagai berikut: “Nilai tukar merupakan sinyal positif, artinya bila nilai tukar terapresiasi maka harga saham akan meningkat begitu juga sebaliknya apabila nilai tukar mengalami depresiasi maka harga saham akan mengalami penurunan”. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Denny Andriana (2015) bahwa: “Faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain, suku bunga, inflasi, dan nilai tukar. Sehingga jika kondisi nilai tukar rupiah diperkirakan buruk, maka kemungkinan besar refleksi pada indeks harga saham yang akan menurun. Hal ini terjadi karena pelemahan kurs rupiah terhadap mata uang asing merupakan sinyal negatif bagi investor sehingga akan mempengaruhi harga saham tersebut.”

 Menurut Maria Ratna Marisa Ginting, dkk (2016), mengatakan Bahwa: “Variabel ekonomi seperti suku bunga, inflasi dan nilai tukar dalam suatu negara dapat mempengaruhi harga saham. Fluktuasi nilai tukar yang tidak stabil dapat mengurangi tingkat kepercayaan investor”. Menurut Deny Rohmanda (2014), mengatakan bahwa: “Indikator mikroekonomi domestik yang seringkali mempengaruhi pergerakan harga saham adalah fluktuasi nilai tukar mata uang, inflasi dan suku bunga”. Sedangkan menurut M. Fauzan (2018), dalam hasil penelitiannya mengatakan bahwa: “Semakin besar nilai tukar rupiah terhadap dollar (rupiah melemah), maka akan mengakibatkan menurunnya harga saham. Dan apabila terjadi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar, maka dapat berakibat pada meningkatnya harga saham”. 

Comments

Popular Posts