Pengertian Job Crafting (skripsi dan tesis)
Job crafting adalah keahlian karyawan yang dapat mendesain ulang
pekerjaan mereka atas inisiatif sendiri, dengan atau tanpa keterlibatan
manajemen untuk menyeimbangkan tuntutan dan sumber daya pekerjaan dengan
kemampuan pribadi ataupun kebutuhan mereka (Tims, Bakker & Derks 2012).
Job crafting dalam kajian awal Wrzesniewski dan Dutton (2001), didefinisikan
sebagai proses proaktif karyawan dalam mengubah batasan mental untuk
mendefinisikan ruang lingkup fisik, emosional, kognitif dan relasional dari
sebuah pekerjaan. Pengertian tersebut berkembang dengan perhatian pada unsur
preferensi personal sebagai determinan utama perubahan yang ditunjukkan
karyawan. Berg, dkk (2010) selanjutnya menyederhanakan definisi job crafting
sebagai upaya menggubah batasan suatu pekerjaan, selaras dengan preferensi,
keterampilan, dan kemampuan individu.
Petrou, Demerouti dan Schaufeli (2015) mendefinisikan job crafting
sebagai inisiatif dan kerelaan karyawan untuk merekonstruksi aspek-aspek
pekerjaan mereka, dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi pekerjaan
mereka. Hal ini dilakukan dengan menggali sumber informasi (meminta saran
dari atasan atau kolega), mencari tantangan (meminta tanggung jawab lebih),
dan mengurangi tuntutan (menghilangkan tekanan atau tuntutan emosional,
mental, atau fisik dari pekerjaan).
Baker dan Daniels (2013), mengajukan definisi yang lebih sederhana,
dengan menjelaskan job crafting sebagai upaya yang berlandaskan inisiatif
karyawan untuk merubah persepsi terhadap pekerjaan, sifat-sifat pekerjaan, serta
hubungan kerja, dengan cara yang bermanfaat bagi karyawan itu sendiri.
Praktisnya, job crafting didefinisikan sebagai upaya mengubah batas perkerjaan,
hubungan kerja dan arti dari pekerjaan demi kepentingan atau kenyamanan
karyawan itu sendiri (Kanten, 2014).
Berdasarkan uraian beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa job
crafting diartikan sebagai suatu keahlian karyawan yang dapat mendesain ulang
pekerjaan mereka atas inisiatif sendiri dengan atau tanpa keterlibatan
manajemen, sehingga pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan terasa lebih
mudah dan nyaman karena ada keseimbangan antara tuntutan dan sumber daya
pekerjaan dengan kemampuan pribadi ataupun kebutuhan karyawan
Comments
Post a Comment