Sistem Nilai Tukar (Kurs) (skripsi dan tesis)

 Menurut Sadono Sukirno (2011:397) sistem nilai tukar dibedakan menjadi 2 (dua) sistem, yaitu: 1. Sistem kurs tetap Sistem kurs tetap (fixed exchange rate) adalah penentuan sistem nilai mata uang asing dimana bank sentral menetapkan harga berbagai mata uang asing tersebut dan harga tersebut tidak dapat diubah dalam jangka masa yang lama. Pemerintah (otoritas moneter) dapat menentukan kurs valuta asing dengan tujuan memastikan kurs yang berwujud tidak akan menimbulkan efek yang buruk atas perekonomian. Kurs yang ditetapkan ini berbeda dengan kurs yang ditetapkan melalui pasar bebas. 2. Sistem Kurs Fleksibel Sistem kurs fleksibel adalah penentuan nilai mata uang asing yang ditetapkan berdasarkan perubahan permintaan dan penawaran di pasaran valuta asing dari hari ke hari. Menurut Mahyus Ekananda (2014:314) terdapat 3 (tiga) sistem nilai tukar yang dipakai suatu negara, yaitu: 1. Sistem kurs bebas (Floating) Dalam sistem ini tidak ada campur tangan pemerintah untuk menstabilkan nilai kurs. Nilai tukar kurs ditentukan oleh permintaan dan penawaran terhadap valuta asing. 2. Sistem kurs tetap (fixed) Dalam sistem ini pemerintah atau bank sentral negara yang bersangkutan turut campur secara aktif dalam pasar valuta asing dengan membeli atau menjual valuta asing jika nilainya menyimpang dari standar yang telah ditentukan. 3. Sistem kurs terkontrol atau terkendali (controlled) Dalam sistem ini pemerintah atas bank sentral negara yang bersangkutan mempunyai kekuasaan eksklusif dalam menentukan alokasi dari penggunaan valuta asing yang tersedia. 

 Berdasarkan pemaparan diatas mengenai sistem nilai tukar, sampai pada pemahaman penulis bahwasannya terdapat beberapa sistem nilai tukar yang dipakai oleh suatu negara itu, yakni sistem floating, fixed exchange rate, flexible exchange rate serta controlled exchange rate, Dan penerapan semua sistem ini tergantung kepada negara yang bersangkutan

Comments

Popular Posts