Sistem Nilai Tukar Mata Uang (skripsi dan tesis)
Menurut Madura (2008), berdasarkan kebijakan tingkat pengendalian nilai tukar mata uang yang diterapkan suatu Negara , sistem nilai tukar secara umum dapat di golongkan menjadi empat kategori, antara lain : a) Sistem nilai tukar mata uang tetap (fixed exchange rate system) Dalam hal ini pemerintah dapat mempertahankan kebijakan yang menjaga nilai mata uangnya tetap pada tingkat yang stabil. Pada sistem nilai tukar tetap ini mata uang suatu Negara ditetapkan secara tetap dengan mata uang asing tertentu. Dengan kata lain sistem nilai tukar mata uang tetap di intervensi oleh pemerintah. 18 b) Sistem nilai tukar mata uang mengambang bebas (free floating exchange rate system) Dalam hal ini, nilai tukar mata uang suatu Negara ditentukam dari adanya permintaan dan penawaran mata uangnya dalam bursa pertukaran mata uang internasional. Sistem nilai tukar ini, didefinisikan sebagai hasil keseimbangan yang terus menerus berubah sesuai dengan berubahanya permintaan dan penawaran di pasar valuta asing (valas) c) Nilai tukar mata uang mengambang terkendali (managed floating exchange rate system) Dalam hal ini, sistem nilai tukar mata uang mengambang terkendali berlaku pada kondisi dimana nilai tukar ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran, namun ada intervensi pemerintah dalam hal ini adalah Bank Sentral yang dari waktu ke waktu ikut campur tangan guna menstabilkan nilai mata uangnya. d) Sistem nilai tukar mata uang terikat (pegged exchange rate system) Dalam hal ini mata uang domestik ditetapkan dengan satu mata uang asing yang nilainya cenderung lebih stabil, comtohnya adalah mata uang Dollar Amerika.
Comments
Post a Comment