Niat Membeli Kembali (skripsi dan tesis)
Hellier et al. (2003) menyatakan bahwa niat membeli kembali merupakan
keputusan konsumen untuk melakukan pembelian kembali suatu produk atau jasa
berdasarkan apa yang telah diperoleh dari perusahaan yang sama, melakukan
pengeluaran untuk memperoleh barang dan jasa tersebut dan ada kecendrungan
dilakukan secara berkala. Akumulasi dari pengalaman dan pengetahuan konsumen
terhadap suatu merek merupakan faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk
melakukan pembelian kembali merek yang sama. Konsumen beranggapan bahwa hal ini
lebih ekonomis dan efisien dari pada konsumen harus kembali mencari tahu
tentang brand yang lain.
Krausse et al. (2007) mendefinisikan niat membeli kembali sebagai penilaian
individu mengenai pembelian kembali layanan yang disediakan dari perusahaan yang
sama, dengan mempertimbangkan situasi saat ini dan kemungkinan situasi di masa
mendatang. Pembelian ulang pelanggan atau retensi adalah tujuan yang paling penting
bagi keberhasilan perusahaan dan mungkin konsep yang paling penting dalam
pemasaran. Biaya menghasilkan pelanggan baru yang diyakini besarnya sekitar enam
kali dari biaya menjaga pelanggan yang ada, akibatnya perusahaan memusatkan upaya
pada menjaga pelanggan yang sudah ada atau membuat mereka membeli kembali, dari
pada berfokus sepenuhnya untuk mendapatkan pelanggan baru (Kitchathorn, 2009).
Niat membeli kembali (Repurchase Intention) adalah suatu bentuk dari hasil
evaluasi seorang konsumen terhadap produk atau jasa yang telah digunakan atau
dikonsumsi sebelumnya (Ling et al., 2010). Niat membeli kembali mengacu pada
kemungkinan dalam menggunakan penyedia layanan kembali di masa depan (Mosavi
dan Ghaedi, 2013).
Suryana dan Dasuki (2013) mengemukakan bahwa niat membeli kembali
merupakan sebuah kecenderungan perilaku konsumen pada suatu produk atau jasa,
perilaku ini dilakukan secara berulang dan dalam jangka waktu tertentu, selain itu,
konsumen secara aktif menyukai dan mempunyai sikap positif terhadap suatu produk
barang atau jasa, didasarkan pada pengalaman yang telah dilakukan di masa lampau.
Niat membeli kembali adalah salah satu tujuan perilaku yang paling penting untuk
pemasaran, sehingga konsumen mau membeli produk atau merek yang sama lagi
(Pham dan Tran, 2014).
Niat beli ulang (repurchase intention) adalah kecenderungan sikap pembelian
konsumen terhadap produk yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu
tertentu ysng didasarkan pada pengalaman di masa lalu (Putri, 2016). Keinginan
membeli kembali adalah sikap positif konsumen terhadap penjual yang akan
menghasilkan pembelian berulang sehingga mengulangi perilaku pembelian (Suhaily
dan Soelasih, 2017).
Pelanggan mengevaluasi niat pembelian di masa mendatang berdasarkan nilai
yang diperoleh dari kontak sebelumnya dengan manfaat hubungan sebagai proxy
untuk ekspektasi manfaat masa depan. Langkah-langkah niat pembelian kembali
biasanya diperoleh dari survei pelanggan saat ini menilai kecenderungan mereka untuk
membeli merek yang sama, produk / layanan yang sama, dari perusahaan yang sama
(Fungai, 2017). Pembelian kembali yang dilakukan oleh pelanggan adalah tujuan dari
setiap bisnis untuk menciptakan keuntungan finansial yang berkelanjutan. Dalam
proses pembelian kembali, pelanggan terus membeli dari perusahaan yang sama dan
dengan kata-kata positif dari mulut ke mulut, pelanggan baru akan tertarik pada
perusahaan yang dipromosikan oleh pelanggan setia (Ismoyo et al., 2017)
Comments
Post a Comment