Definisi Inflasi (skripsi dan tesis)
Inflasi yaitu kondisi kenaikan tingkat harga secara terus-menerus (Mishkin, 2008). Menurut (Boediono, 2014) Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang-barang lain. Syarat adanya kecenderungan yang terus menerus menaik juga perlu diingat, kenaikan harga-harga misalnya musiman, menjelang hari-hari besar atau yang terjadi sekali saja (dan tidak mempunyai pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi. Kenaikan semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau “penyakit” ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan khusus untuk menanggulanginya. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi adalah kenaikan harga, bersifat umum dan berlangsung terus – menerus. Dampak dari Inflasi antara lain: menimbulkan gangguan fungsi uang, melemahkan semangat menabung, meningkatkan keenderungan untuk belanja, pengerukan tabungan dan penumpukan uang, permainan harga diatas standar kemampuan, penumpukan kekayaan dan investasi non produktif, serta distribusi barang relative tidak stabil dan terkonsentrasi. Indicator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kemudian BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota (Sumber:www.bps.go.id).
Comments
Post a Comment