Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar (skripsi dan tesis)
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar biasanya merupakan akibat
interaksi antara beberapa faktor secara slimutan, dengan
mengansumsikan faktor lainya. Menurut Madura (2006:296) dalam
bukunya “Manajemen Keuangan Internasional” ada lima faktor yang
mempengaruhi penawaran dan permintaan nilai tukar:
1) Laju inflasi relative
Perubahan dalam laju inflasi relative mempengaruhi aktivitas
perdagangan internasional, karena mempengaruhi permintaan dan
penawaran valuta dan dengan demikian mempengaruhi valuta.
2) Suku bunga relative
Perubahan suku bunga relative mempengaruhi permintaan dan
penawaran valuta asing, yang selanjutnya akan mempengaruhi
permintaan dan penawaran valuta asing, dan nilai tukar.
3) Tingkat pendapatan relative
Apabila pendapatan Indonesia lebih besar dari AS, maka akan terjadi
peningkatan impor dan tingkat penawaran produk domesik tetap,
sehingga tingkat konsumsi turun.
4) Control pemerintah
Pemerintah negara-negara asing dapat mempengaruhi nilai tukar
ekuilibirium dengan berbagai cara, diantaranya melaui:
a. Hambatan jual beli valuta asing
b. Hambatan perdagangan
c. Intervensi (pembelian dan penjualan valuta) dalam pasar valuta asing
d. Pengubahan variabel-variabel makro seperti inflasi, suku bunga,
dan tingkat pendapatan nasional.
5) Ekspektasi pasar
Keseimbangan kurs jika dipengaruhi oleh pengharapan pasar terhadap
posisi kurs pada masa yang akan datang. Sama seperti pasar keuangan
lainya pasar valuta asing juga reponsif terhadap informasi baru.
Sedangakan menurut (Kindleberger,1995:379) faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang negara yaitu:
1) Perbedaan tingkat inflasi antara 2 negara
Suatu negara yang tingkat inflasinya konsisten rendah akan
lebih kuat nilai tukar mata uangnya dibandingkan negara yang
inflasinya lebih tinggi. Daya beli (purchasing power) mata uang
tersebut relatif lebih besar dari negara lain. Pada akhir abad 20 lalu,
negara-negara dengan tingkat inflasi rendah adalah Jepang, Jerman
dan Swiss, sementara Amerika Serikat dan Canada menyusul
kemudian. Nilai tukar mata uang negara-negara yang inflasinya
lebih tinggi akan mengalami depresiasi dibandingkan negara
partner dagangnya.
2) Perbedaan tingkat suku bunga antara 2 negara
Suku bunga, inflasi dan nilai tukar sangat berhubungan erat.
Dengan merubah tingkat suku bunga, bank sentral suatu negara bisa
mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uang. Suku bunga yang
lebih tinggi akan menyebabkan permintaan mata uang negara
tersebut meningkat. Investor domestik dan luar negeri akan tertarik
dengan return yang lebih besar. Namun jika inflasi kembali tinggi,
investor akan keluar hingga bank sentral menaikkan suku bunganya
lagi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga maka
akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.
Comments
Post a Comment