Indeks Saham Regional dan Integrasi Pasar Modal (skripsi dan tesis)


 Pasar yang terintegrasi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana tidak adanya hambatan apapun untuk memiliki sekuritas di setiap pasar modal dan juga tidak ada dalam cash inflow maupun cash outflow. Pada pasar yang terintegrasi akan tercipta keadaan pasar modal dunia yang berhubungan erat antar satu sama lain, dan saling mempengaruhi (closely correlated). Indonesia sebagai salah satu negara berkembang hingga saat ini masih bergantung pada kondisi perekonomian luar negeri terutama yang berkaitan dengan investasi. Hal ini berdampak pada kondisi pasar modal di Indonesia yang dipengaruhi oleh kondisi luar negeri terutama kondisi pasar modal yang ada pada negara-negara maju. Krisis keuangan timbul karena berbagai hal, salah satunya adalah korelasi antar pasar sehingga berdampak pada transmission of shocks (krisis) antar pasar (negara). Krisis dapat ditransmisikan secara kualitatif dalam dua cara yaitu keterkaitan antar-negara yang stabil (channels), dan perubahan yang mendadak (shifts) dalam keterkaitan persistensi yang berubah-ubah (Endri, 2008). Semenjak diizinkannya investor asing berinvestasi di Pasar Modal Indonesia menyebabkan adanya keterkaitan antara Pasar Modal Indonesia dengan pasar modal di negara lainnya. Dalam penelitian ini, Indeks Saham Regional yang digunakan untuk melihat pengaruhnya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) (Amerika), NIKKEI 225 (Jepang), FTSE 100 (Inggris), dan Shanghai Composite Index (Cina). 1) Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah salah satu indeks yang didirikan oleh editor The Wall Street Journal dan pendiri Dow Jones 28 & Company Charles Dow. Dow membuat indeks ini sebagai suatu cara untuk mengukur performa komponen industri di pasar saham Amerika. DJIA merupakan indeks pasar AS tertua yang masih berjalan. Selain itu, indeks ini juga dikenal sebagai simbol dari kekuatan keuangan AS. Sekarang bursa saham ini terdiri 30 perusahaan terbesar dan ternama di Amerika Serikat yang sudah go public. Awalnya, pada 1896, terdapat 12 perusahaan yang terdaftar di DJIA. Jumlah keanggotaan bursa kemudian diperbanyak menjadi 20 pada 1916 dan akhirnya menjadi 30 perusahaan sejak 1928 hingga saat ini. Dimana Ps adalah jumlah seluruh harga saham dan divisor adalah angka yang ditentukan oleh Dow Jones sebagai pembagi. Angka pembagi ini selalu diperbaharui dan disesuaikan dengn perkembngan pasar yang terjadi seperti stock split, pembayaran dividen, pengumuman bonus, dan berita ekonomi lain. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar nilai indeks tetap konsisten. Nilai divisor sekarang ini adalah 0,12283402. 2) Indeks NIKKEI 225 NIKKEI 225 adalah sebuah indeks pasar saham untuk Bursa Saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange – TSE). Indeks ini telah dihitung setiap hari oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (NIKKEI) sejak tahun 1950. Indeks ini adalah harga rata – rata tertimbang (dalam satuan yen), dan komponennya ditinjau ulang setahun sekali. Saat ini NIKKEI adalah 29 indeks rata – rata ekuitas Jepang yang paling banyak dikutip, seperti halnya Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat. Bahkan dahulu antara 1975 – 1985, NIKKEI 225 pernah dikenal dengan sebutan “Dow Jones NIKKEI Stock Average”. NIKKEI 225 mulai dihitung pada tanggal 7 September 1950, data sebelumnya dihitung mundur sampai ke tanggal 16 Mei 1949 (www.tse.com). Indeks ini dibuat untuk mencerminkan kondisi pasar saham, oleh karena itu pergerakan setiap indeks sektor industri dinilai setara dan tidak ada pembobotan yang lebih untuk sektor – sektor industri tertentu (www.nni.nikkei.co.jp/e/cf/fr/market/nikkeiindex.cfm). Berbagai macam event yang terjadi di pasar saham Tokyo seperti stock split, perpindahan dan penambahan dari saham yang beredar akan memberi dampak atas perhitungan indeks dan bilangan pembaginya (divisor). 3) Indeks FTSE 100 Indeks Financial Times Stock Exchange 100 (FTSE 100) yang secara informal disebut “Footsie” merupakan indeks saham dari 100 saham perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange dengan kapitalisasi pasar tertinggi. FTSE 100 adalah salah satu indeks saham yang paling banyak digunakan dan dipandang sebagai ukuran kemakmuran suatu bisnis. Indeks ini dikelola oleh Group FTSE, perusahaan patungan independen yang dimiliki oleh Financial Times dan London Stock Exchange. Indeks ini dihitung secara real time dan diterbitkan setiap 15 detik. 30 Perusahaan yang masuk FTSE 100 mewakili sekitar 81% dari seluruh kapitalisasi pasar di London Stock Exchange. Meskipun FTSE All Share Index lebih komprehensif , FTSE 100 paling banyak digunakan sebagai indikator Pasar Modal Inggris. 4) Shanghai Composite Indeks Indeks Shanghai disusun dan diterbitkan oleh Shanghai Stock Exchange (SSE). Indeks Shanghai adalah indeks statistik otoratif yang banyak diikuti di dalam dan luar negeri untuk mengukur kinerja Pasar Modal Cina. Indeks dari SSE terdiri dari 75 indeks, termasuk 69 indeks saham, 5 indeks obligasi dan 1 indeks dana, meliputi beberapa seri seperti ukuran pasar, sektor, gaya, strategi dan seri tematik dan menjadi sistem indeks yang terus menerus ditingkatkan. Indeks seri SSE mengukur tren pasar di Pasar Modal Shanghai pada umumnya atau dari dimensi yang berbeda dan dapat merefleksikan kinerja pergerakan harga perusahaan di beragam industri. Indeks SSE menawarkan kepada investor tolak ukur yang berbeda untuk analisis portofolio. Pasar modal diatur untuk memainkan peran yang semakin penting dalam perekonomian nasional, indeks SSE secara bertahap akan menjadi barometer perekonomian Cina (www.sse.com)

Comments

Popular Posts