Produk domestik bruto (skripsi dan tesis)


Terjadinya pertumbuhan ekonomi pada suatu negera menandakan bahwa ada indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Dalam analisis makro pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara dihasilkan dari perimbangan pendapatan riil. Tetapi pada kenyataannya, pada pertumbuhan ekonomi dana pendapatan masih relatif rendah tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat (Karlina, 2017). Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkemabngan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2004). Menurut Santoso (2017), tingkat pertumbuhan makro merupakan indikator kinerja makro yang sangat populer dana dalam hitungannya merupakan devariasi dari PDB. Pendapat ini sejalan dengan Mankiw (2003) dengan analisis makro pengukuran dalam perekonomian suatu negara adalah PDB. Menurut Nopirin (2008), perhitungan PBD dapat dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, dan pendekatan pendapatan. PDB dengan pendekatan produksi adalah menjumlahkan nilai tambah barang atau jasa yang dihasilkan dari sembilan unit produksi seperti pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran, pengannggkutan dan komunikasi, keuangan, real esteate dan jasa perusahaan, jasa-jasa (termasuk pemerintah). 

PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah dengan menjumlahkan komponen permintaan akhir meliputi C+I+G+(X-M), dimana: a. Comsumption (C) atau pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba. b. Investment (I) atau perubahan inventori dalam satu periode. c. Goverment (G) atau konsumsi pemerintah atas barang atau jasa, dan d. Export-Import (X-M) atau ekspor neto merupakan ekspor dikurangi impor. Pendekatan pendapatan meliputi komponen balas jasa yang diterima dari faktor peoduksi seperti upah atau gaji, sewa tanah, bunga modal. Dengan menjumlahkan komponen tersebut maka PDB dengan pendekatan data dilakukan. Berdasarkan tiga pendekatan diatas, tampak bahwa pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertumbuhan pada sisi permintaan agregat (AD) dan atau sisi penawaran agregat (AS) dan atau pada sisi produksi agregat (AP). Menurut Sukirno (2004), tingkat pertumbuhan ekonomi dihitung dari pertambahan PDB riil yang berlaku dari tahun ke tahun. Menurut Wijaya (1997), menyatakan bahwa PDB adalah nilai uang berdasarkan harga pasar dari semua barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi oleh suatu perekonomian dalam suatu periode waktu tertentu biasanya dalam waktu satu tahun. Menurut Tambunan (2001), ada kecenderungan atau dapat dilihat sebagai hipotesis, bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun yang membuat semakin tinggi atau semakin cepat proses peningkatan pendapatan masyarakat per kapita, semakin perubahan ekonomi, dengan asumsi bahwa  faktor-faktor penentu lain pendukung proses tersebut seperti tenaga kerja, bahan baku dan teknologi tersedia

Comments

Popular Posts