Kualitas Laba (skripsi, tesis, disertasi)

 


Kualitas laba adalah laba yang secara benar dan akurat menggambarkan
profitabilitas operasional perusahaan Sutopo (2009). Menurut Penman dan
Cohen (2003) dalam Wibowo (2009) diungkapkan bahwa laba tahun berjalan
memiliki kualitas yang baik jika laba tersebut menjadi indikator yang baik untuk
laba masa mendatang, atau berhubungan secara kuat dengan arus kas operasi di
masa mendatang (future operating cash flow).
Menurut Sari dan Riduwan (2011:8) dalam Nela Indah Puspitowati dan
Annisa Amalia Mulya (2014) kualitas laba adalah laba yang secara benar dan
akurat menggambarkan profitabilitas operasional perusahaan. Laba akuntansi
berdasar akrual memunculkan isu tentang kualitas laba, karena laba dari
proses akuntansi akrual potensial menjadi objek perekayasaan laba (earning
management).
Asumsi keorganisasian adalah adanya konflik antar anggota
organisasi, efisiensi sebagai kriteria efektivitas dan adanya asimetri
informasi antara principal dan agent. Asumsi informasi adalah bahwa
informasi sebagai barang komoditi yang dapat diperjualbelikan. Asumsi
manusia memiliki sifat mementingkan diri sendiri ini melekat pada
manajer yang mendorong manajer akan bertindak lebih mementingkan
dirinya sendiri daripada bertindak untuk untuk meningkatkan nilai ekonomi
perusahaan.
Hal ini akan mempengaruhi kualitas laba perusahaan yang dilaporkan
oleh manajemen yang menyebabkan manajemen bertindak dengan leluasa
dalam melakukan praktik manajemen laba.Konflik kepentingan ekonomis
terjadi diantara pemegang saham dan manajer ini juga akan menimbulkan
asimetri informasi. Manajer lebih banyak mengetahui informasi internal dan
prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang
saham. Oleh karena itu, sebagai pengelola perusahaan, manajer
berkewajiban memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada
pemilik. Pada keadaan tertentu, informasi yang diberikan oleh manajemen
terkadang tidak sesuai dengan kondisi perusahaan sebenarnya. Sehingga akan
menimbulkan informasi yang tidak simetris atau biasa disebut dengan asimetri
informasi.
Hadirnya manajerial dalam kepemilikan saham perusahaan akan
mengurangi asimetri informasi. Dengan adanya kepemilikan manajerial,
manajer akan mengelola perusahaan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat
melaporkan laba yang berkualitas.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 1 (2004)
menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan
keuangan. Laporan keuangan yang lengkap meliputi : neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, dan
laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan.
Pemakai laporan keuangan terdiri dari investor sekarang, investor
potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, kreditur, pelanggan,
pemerintah, dan lembaganya, dan masyarakat yang menggunakan untuk
memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda.Investor membutuhkan informasi
untuk membantu dalam menentukan apakah harus membeli, menahan, atau
menjual investasinya.
Pemegang saham tertarik pada informasi akuntansi yang memungkinkan
mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar dividen. Investor
merupakan penanam modal yang menanggung risiko perusahaan, maka ketentuan
laporan keuangan yang memenuhi kebutuhannya akan memenuhi pula sebagian
kebutuhan pemakailain. Tujuan penyusunan laporan keuangan menurut PSAK
No.1 (2004) adalah untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan,
kinerja, dan perubahan kinerja keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan yang disusun
untuk tujuan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pemakai

Comments

Popular Posts