Pecking Order Theory (skripsi, tesis, disertasi)
Teori ini menunjukkan kecenderungan perusahaan memilih pembiayaan
berdasarkan hirarki sumber dana yang paling disukai. Hal ini dikarenakan adanya
informasi asimetrik (asymmetric information) yang menunjukkan bahwa manajemen
mempunyai informasi yang lebih banyak (tentang prospek, risiko dan nilai perusahaan)
daripada pemodal publik. Manajemen mempunyai informasi yang lebih banyak dari
pemodal karena merekalah yang mengambil keputusan-keputusankeuangan, menyusun
berbagai rencana perusahaan, dan sebagainya. Kondisi ini dapat dilihat dari reaksi harga
saham pada waktu manajemen mengumumkan sesuatu (seperti peningkatan pembayaran
dividen). Asimetrik informasi, biaya transaksi, dan biaya emisi merupakan faktor-faktor
yang mempengaruhi pendanaan sehingga cenderung mendorong perilaku pecking order
theory.
Para manajer akan menerbitkan sekuritas sesuai dengan urutan risiko yang paling
kecil sesuai pecking order theory, dengan maksud untuk mengurangi berbagai biaya
yang timbul dari pemilihan dana antara hutang atau ekuitas. Sesuai dengan teori ini
maka investasi yang akan dibiayai dengan dana internal terlebih dulu (yaitu laba yang
ditahan) kemudian baru diikuti oleh penerbitan hutang baru dan akhirnya dengan
penerbitan ekuitas baru. Penggunaan dana internal tidak mengharuskan perusahaan
mengungkapkan informasi baru kepada pemodal sehingga dapat menurunkan harga
saham.
Secara ringkas pecking order theory tersebut menyatakan sebagai berikut
(Brealy dan Myers) :
1. Perusahaan menyukai Internal Financing (pendanaan dari hasil operasi).
2. Perusahaan mencoba menyesuaikan rasio pembagian dividen yang ditargetkan
dengan berusaha menghindari perubahan pembayaran dividen secara drastis.
3. Kebijakan dividen yang relatif segan untuk diubah, disertai untuk fluktuasi
profitabilitas dan kesempatan investasi yang tidak bisa diduga, mengakibatkan bahwa
dana hasil operasi kadang-kadang melebihi kebutuhan dana untuk investasi meskipun
dalam kesempatan lain mungkin kurang.
4. Apabila pendanaan dari luar (External Financing) diperlukan, maka perusahaan
akan me nerbitkan sekuritas yang paling aman terlebih dahulu, yaitu dimulai dengan
menerbitkan obligasi terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan sekuritas yang
berkarakteritik opsi (seperti obligasi konversi), baru kemudian bila masih belum
mencukupi saham baru diterbitkan.
5. Dalam teori pecking order, tidak ada satu target debt to equity ratio karena ada
dua jenis modal sendiri yang preferensinya berbeda, yaitu internal (laba ditahan) dan
eksternal (penerbitan saham). Modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan
(internal) lebih disukai daripada modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan
(eksternal).
Comments
Post a Comment