Pengaruh Influencer Marketing terhadap Keputusan Pembelian (skripsi, tesis, disertasi)
Influencer Marketing saat ini sedang dimanfaatkan oleh
pelaku bisnis karena dianggap dapat meningkatkan penjualan
sebuah produk melalui peningkatan brand equity. Menurut
Agusli & Kunto Sondang (2013), brand equity merupakan
hasil dari persepsi konsumen yang dipengaruhi beberapa
faktor. Termasuk kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan, ini juga akan mempengaruhi persepsi konsumen
mengenai suatu merek. Selanjutnya, persepsi inilah yang akan
mempengaruhi minat atau keputusan pembeian dari seseorang
konsumen.
Menurut Aaker & Joachimsthaler, 2000 yang dikutip oleh
Agusli & Kunto Sondang, 2013 brand equity ini dapat
digunakan untuk mengukur keefektifan sebuah brand atau
merek, yang terbagi dalam lima kategori sebagai berikut :
1. Tingkat kepercayaan
dan interaksi dengan
klien lebih tinggi
2. Biaya paling murah
dari influencer lain
1. Memiliki followers
paling sedikit daripada
influencer lain
2. Tidak banyak orang
mengenal nano
influencer
Micro Influencer 1. Tingkat kepercayaan
klien lebih tinggi
2. Biaya lebih murah
dibandingkan
influencer lain
3. Klien lebih tertarget
1. Jumlah followers
relatif kecil
2. Hanya orang tertentu
yang mengenal micro
influencer
Macro Influencer 1. Memiliki followers
yang cukup banyak
2. Klien lebih luas dan
tertarget
1. Jangkauan macro
influencer tidak terlalu
luas
2. Tidak banyak orang
mengenal macro
influencer
Mega Influencer 1. Memiliki jangkauan
paling luas daripada
influencer lainnya
2. Mempermudah
mendapat klien baru
dengan waktu yang
relatif singkat
1. Biaya menggunakan
mega influencer relatif
mahal
2. Klien yang kurang
tertarget
digunakan untuk mengukur keefektifan sebuah brand atau
merek, yang terbagi dalam lima kategori sebagai berikut :
1. Brand awareness (kesadaran merek), yaitu kesanggupan
calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali
bahwa suatu merek merupakan bagaimana dari kategori
merek tertentu.
2. Brand association (asosiasi merek), yaitu segala sesuatu
yang berkaitan secara langsung maupun tidak dengan
ingatan konsumen terhadap suatu merek.
3. Perceived quality (persepsi kualitas), yaitu persepsi
konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan
suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan maksud
yang diharapkan.
4. Brand loyality (loyalitas merek), yaitu ukuran kesetiaan
konsumen terhadap suatu merek.
5. Other assets yaitu aset-aset hak milik lain, seperti hak
paten dan saluran distribusi merek.
Comments
Post a Comment