Teori biaya Transaksi ( Transaction Cost Theory) (skripsi, tesis, disertasi)
Teori ini didasarkan pada kenyataan bahwa perusahaan telah menjadi
sedemikian besar sehingga, sebagai akibatnya, mereka memanfaatkan pasar dalam
menentukan alokasi sumber daya. Dengan demikian pergerakan harga di pasar
akan menentukan produksi dan pasar itu sendiri yang mengkoordinasikan
transaksi-transaksi.
Manajemen perusahaan berkepentingan untuk menginternalisasi sebanyak
sebanyak mungkin transaksi guna meminimalkan risiko dan ketidak pastian
mengenai harga dan kualitas produk di masa yang akan datang. Hal ini dapat
dilakukan mellaui integrasi vertical. Namun, apabila biaya transaksi internal
menjadi terlalu mahal dibanding biaya transaksi melalui mekanisme pasar, maka
perusahaan akan menggunakan transaksi internal. Dalam hal ini manajer sebagai
pengambil keputusan dalam menentukan transaksi.
Ekonomika biaya transaksi membuat asumsi oportunis terhadap para
manajer, di mana manajer cenderung mencari kepentingan sendiri dalam
mengorganisasi transaksi-transaksi. Perilaku oportunistik semacam ini bisa jadi
mempunyai konsekuensi yang tidak baik terhadap keuangan perusahaan karena
tidak mendorong investor potensial untuk berinvestasi. Sejauh ini terdapat
kesamaan antara teori biaya transaksi dengan teori keagenan. Keduanya berusaha
mengatasi permasalahan yang sama yaitu bagaiman perusahaan mendorong
manajer menyelaraskan kepentingannya dengan kepentingan pemegang saham.
Dan dalam hal ini, prinsip-prinsip good corporate governance berperan sebagai
solusi atas permasalahan tersebut (Hamdani, 2016)
Comments
Post a Comment