Teori Keagenan (Agency Theory) (skripsi, tesis, disertasi)

 


Teori keagenan merupakan versi grand theory yang memodelkan proses
kontrak antara dua orang atau lebih dan masing-masing pihak yang terlibat dalam
kontrak mencoba mendapatkan yang terbaik bagi dirinya. Jensen dan Mecking
(1976) dalam (Pratana P. Midiastuty E. S., 2017) menjelaskan bahwa hubungan
agensi muncul ketika satu orang atau lebih principal mempekerjakan agen untuk
memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan
keputusan kepada agent tersebut.
Permasalahan yang muncul sebagai akibat sistem kepemilikan perusahaan
seperti ini adalah agen tidak selalu membuat keputusan-keputusan yang bertujuan
untuk memenuhi kepentingan terbaik principal ditandai dengan adanya perbedaan
kepentingan dan informasi yang tidak lengkap (asymetry information) di antara
principal dengan agent. Teori agensi juga mengungkapkan adanya conflict of
interest yaitu problem keagenan (agency problem) antara pemegang saham
dengan manajer potensial terjadi bila manajemen tidak memiliki saham mayoritas
perusahaan. Pemegang saham tertentu menginginkan manajer bekerja dengan
tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Sebaliknya, manajer
perusahaan bisa saja bertindak tidak untuk memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham, tetapi memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri. 
Manajer (agent) memiliki kewajiban untuk memberikan informasi mengenai
perusahaan kepada pemilik perusahaan (principal) karena manajer dianggap lebih
memahami dan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya. Namun
terkadang manajer tidak melaporkan keadaan perusahaan seperti apa yang
sebenarnya. Hal ini bisa saja dilakukan untuk menguntungkan manajer dan
menutupi kelemahan kinerja manajer. Tindakan manajer yang seperti ini biasanya
dilakukan karena adanya perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dan
manajer sehingga dapat menimbulkan masalah keagenan seperti pengeluaran yang
berlebihan dan asimetris informasi. Asimetris informasi terjadi ketika manajer
memiliki lebih banyak informasi dibandingkan informasi yang dimiliki oleh
pemilik perusahaan.
Asimetris informasi antara manajer dan pemilik perusahaan dapat
disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
1. Adverse Selection
Adverse selection menjelaskan adanya perbedaan informasi yang dimiliki
principal dengan agen. Perbedaan informasi tersebut dapat menimbulkan
kerugian pada salah satu pihak yang memiliki informasi lebih sedikit.
Misalnya agen memanipulasi atau menyembunyikan informasi keadaan
perusahaan kepada principal. Akibatnya principal merasa tidak yakin
dengan keadaan perusahaan yang sebenarnya jika membandingkan antara
informasi yang diberikan agen dengan keadaan perusahaan yang
sebenarnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi principal dan juga
perusahaan. 
2. Moral Hazard
Moral hazard menjelaskan adanya bentuk penyelewengan (manipulasi)
yang dilakukan oleh agen yang tidak sesuai dengan perjanjian atau kontrak
yang disepakati antara principal dan agen. Disebabkan karena adanya
kegiatan agen yang tidak sesuai dengan harapan principal sehingga agen
dapat melakukan manipulasi. Moral hazard biasanya dilakukan demi
keuntungan pribadi bagi agen.

Comments

Popular Posts