Indikator Self-Regulated Learning (skripsi, tesis, disertasi)
Self-regulated learning mempunyai indikator tertentu yang mampu
menandakan bahwa kemampuan meregulasi diri peserta didik dapat terlaksana
dengan baik. Terdapat beberapa para ahli yang menjelaskan indikator self-regulated
learning. Pertama pendapat dari Lestari dan Yudhanegara (2018: 94) mengemukakan
bahwa self-regulated learning atau kemandirian belajar adalah kemampuan
memonitor, meregulasi, mengontrol aspek kognisi, memotivasi dan perilaku diri
sendiri dalam belajar. Adapun indikator self-regulated learning, sebagai berikut:
1) Inisiatif belajar;
2) Memiliki kemampuan menentukan nasib sendiri;
3) Mendiagnosis kebutuhan belajar;
4) Kreatif dan insentif dalam memanfaatkan sumber belajar dan memilih
strategi belajar;
5) Memonitor, mengatur, dan mengontrol belajar;
6) Mampu menahan diri;
7) Membuat keputusan-keputusan sendiri;
8) Mampu mengatasi masalah.
Selanjutnya pendapat lain yang dikemukakan oleh Sumarmo dalam
Nurfadilah dan Hakim (2019: 1218) mengemukakan beberapa indikator yang dapat
digunakan untuk mengukur kemandirian belajar atau self-regulated learning yaitu:
1) Inisiatif belajar,
2) Mendiagnosa kebutuhan belajar,
3) Menetapkan target dan tujuan belajar,
4) Memonitor, Mengatur dan mengontrol kemajuan belajar,
5) Memandang kesulitan sebagai tantangan,
6) Memanfaatkan dan mencari sumber yang relevan,
7) Memilih dan menerapkan strategi belajar,
8) Mengevaluasi proses dan hasil belajar, dan
9) Memilih self-concept atau konsep diri.
Indikator-indikator self-regulated learning sangat penting untuk diukur,
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat self-regulated learning yang
dimiliki oleh peserta didik yang terkandung didalam dirinya. Jadi, dari indikator-
indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa indikator self-regulated learning terdiri
dari berbagai macam indikator seperti yang telah disebutkan di atas
Comments
Post a Comment