Pengertian Efektivitas Komunikasi (skripsi, tesis, disertasi)

 


Efektivitas merupakan wujud dari kemampuan untuk mendayagunakan
sesuatu secara tepat sesuai dengan standar yang jelas dan dapat diterima secara
universal. Dalam konteks ini efektivitas menunjukkan taraf mencapai tujuannya
secara ideal, tarap efektivitasnya dapat dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang
agak pasti. Pandangan ini memfokuskan bahwa efektivitas adalah kemampuan
untuk mencapai suatu tujuan dengan ukuran yang pasti.
Siagian mengemukakan bahwa efektivitas adalah
“pemanfaatan sumber daya, dana, sarana dan prasarana dalam
jumlah tertentu yang secara sadar diterapkan sebelumnya
untuk menghasilkan sejumlah barang atau jasa dengan mutu
tertentu tepat pada waktunya”. (1997:200)
Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas sebagai suatu kegiatan yang tepat sasaran,
berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai tujuan dalam implementasi suatu
kegiatan tertentu.
Secara teknis pengertian efektivitas merupakan suatu keadaan yang
menunjukkan tingkat keberhasilan atau kegagalan kegiatan manajemen dalam
mencapai tujuan. Diakui bahwa terdapat tiga dimensi yang kritis yang patut
dipertimbangkan dalam mengamati tingkat efektivitas suatu organisasi atau
kelompok yaitu keluaran yang dihasilkan, kepuasan para anggota, dan pertumbuhan
dan pengembangan staff, baik yang menyangkut keterampilan dan kecerdasan
individu maupun yang terkait dengan proses interaksi yang positif dalam
pelaksanaan tugas. Sehubungan dengan pengertian tersebut terdapat ahli yang
menekankan bahwa organisasi yang efektif adalah organisasi yang dapat
menyelesaikan target atau tujuannya atau menghasilkan sesuatu yang melampaui
prestasi organisasi yang melakukan hal yang sama.
Berdasarkan pengertian tentang efektivitas seperti diuraikan di atas dapat
diidentifikasi bahwa efektivitas pada umumnya dibicarakan dalam konteks aktivitas
manajemen dan kelompok atau organisasi. Efektivitas selalu mengacu kepada
tujuan organisasi dan sekaligus kepada kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena
itu efektivitas harus diukur dengan produk dari suatu organisasi yang mencakup
jumlah dan mutunya (seberapa banyak dan seberapa baik), diukur dengan aspek
kemanusiaan baik yang menjadi unsur penggerak maupun unsur konstituen dari
organisasi. Efektivitas juga diukur dengan bagaimana anggota suatu organisasi
dikembangkan kemampuannya (kecerdasan dan keterampilan) dalam melakukan
tugas-tugas organisasi.
Untuk itu efektivitas tidak boleh lepas dari: faktor tujuan, faktor manusia,
faktor nilai-nilai dan faktor sistem organisasi itu sendiri yang dihubungkan dengan
kondisi waktu, target, jumlah, dan kualitas. Dengan demikian efektivitas ternyata
bersifat multidimensional, sehingga strategi yang dipilih untuk meningkatkan
efektivitas tergantung pada kekhususan atau spesifikasi faktor dari permasalahan
yang hendak dipecahkan. Yang perlu digaris bawahi bahwa sesuatu yang efektif
belum tentu efisien, demikian sebaliknya sesuatu yang efisien belum tentu efektif,
namun perlu ditegaskan kembali bahwa jika sesuatu kegiatan atau aktivitas telah
terbukti ketidak efektifannya maka tidak perlu lagi mempersoalkan efisiensinya.
Robbins mengemukakan bahwa
“untuk mengukur efektivitas dapat digunakan empat model
pendekatan yaitu: (a) pendekatan pencapaian tujuan (Goal
attainmet), (2) pendekatan sistem yang menekankan stabilitas,
(3) pendekatan konstituensi strategis yang menekankan
terpenuhinya tuntutan stakeholder dan (4) pendekatan nilainilai bersaing yang mempertemukan tiga kriteria yaitu human
relation model, open system model dan rational goad model.”
(2001:55)
Untuk mengetahui tingkat efektivitas sesuatu kegiatan biasanya dilakukan dengan
membandingkan antara prestasi saat ini dengan prestasi yang diperoleh apabila
semua sumber daya yang dimilikinya dikelola secara optimal dan objektif.
Berdasarkan pengertian tentang efektivitas seperti diuraikan di atas dapat
diidentifikasi bahwa efektivitas pada umumnya dibicarakan dalam konteks aktivitas
manajemen dan kelompok atau organisasi. Efektivitas selalu mengacu kepada
tujuan organisasi dan sekaligus kepada kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena
itu efektivitas harus diukur dengan produk dari suatu organisasi yang mencakup
jumlah dan mutunya (seberapa banyak dan seberapa baik), diukur dengan aspek
kemanusiaan baik yang menjadi unsur penggerak maupun unsur konstituen dari
organisasi. Efektivitas juga diukur dengan bagaimana anggota suatu organisasi
dikembangkan kemampuannya (kecerdasan dan keterampilan) dalam melakukan
tugas-tugas organisasi

Comments

Popular Posts