Aspek-Aspek Dalam Komunikasi Interpersonal (skripsi, tesis, dan disertasi)

De Vito (dalam Thoha Miftah, 2011) menyatakan agar komunikasi interpersonal berlangsung dengan efektif, maka ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh para pelaku komunikasi interpersonal tersebut, yaitu: a.Keterbukaan (openness) Keterbukaan dapat dipahami sebagai keinginan untuk membuka diri dalam rangka berinteraksi dengan orang lain. Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek komunikasi interpersonal, yaitu : komunikator harus terbuka pada komunikan demikian juga sebaliknya, kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang, serta mengakui perasaan, pikiran serta mempertanggungjawabkannya. b.Empati Menurut Henry Backrack (1976, dalam DeVito, 1997), empati didefenisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami oleh orang lain pada suatu saat tertentu. Pendapat yang sama juga diajukan oleh Rubin & Martin (1994) mengenai empati yaitu, empati merupakan proses identifikasi untuk merasa seperti yang lain dengan menjadikan orang lain sebagai acuan dan bukan berdasarkan referensi pengalaman pribadi. Adler, Proctor dan Towne (2005) mengatakan bahwa berempati adalah mengambil sudut pandang lain dalam upaya untuk mengalami pikiran dan perasaan mereka. Orang yang berempati mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang sehingga membuat komunikator lebih mampu menyesuaikan komunikasinya.c.Sikap mendukung Sikap mendukung dapat terbentuk dari tiga hal, yaitu: Deskriptif, dimana individu mempersepsikan sesuatu komunikasi sebagai permintaan akan informasi atau uraian mengenai suatu kejadian tertentu dan tidak bernada menilai atau evaluatif. Spontanitas, dapat membantu menciptakan suasana mendukung. Orang yang terus terang dan terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanya bereaksi dengan cara yang sama   Profesionalisme, bersikap profesionalisme artinya bersikap fleksibel dan berpikir terbuka, bersedia menerima pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah posisi jika keadaan mengharuskan agar dapat menciptakan suasana mendukung. Sikap profesionalisme diperlukan, karena apabila bersikap berlawanan yaitu bersikap yakin dan tidak tergoyahkan serta berpikiran tertutup maka lawan bicara biasanya juga akan bersikap defensif. d.Sikap positif Komunikasi antar pribadi terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.Selain itu, perasaan positif untuk situasi komunikasi sangat penting untuk interaksi yang efektif. Akan menjadi tidak menyenangkan bila berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi, atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap suasana interaksi. e.Kesetaraan Seseorang mungkin lebih pandai, lebih kaya, lebih tampan daripada yang lain. Tidak ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraaan ini, komunikasi antar pribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya masing-masing pihak harus mengakui bahwa mereka mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan

Comments

Popular Posts