Definisi Work-Family Conflict (skripsi,tesis,disertasi)

 


Work family conflict adalah salah satu dari bentuk interrole
conflict yaitu tekanan atau ketidakseimbangan peran antara peran
dipekerjaan dengan peran didalam keluarga (Greenhaus &Beutell,
1985). Jam kerja yang panjang dan beban kerja yang berat merupakan
pertanda langsung akan terjadinya konflik pekerjaan-keluarga,
dikarenakan waktu dan upaya yang berlebihan dipakai untuk bekerja
mengakibatkan kurangnya waktu dan energy yang bisa digunakan untuk
melakukan aktivitas-aktivitas keluarga (Greenhaus & Beutell, 1985).
Frone (1997) mendefinisikan konflik pekerjaan keluarga sebagai
konflik peran yang terjadi pada karyawan, di satu sisi ia harus
melakukan pekerjaan di kantor dan di sisi lain harus memperhatikan
keluarga secara utuh, sehingga sulit membedakan antara pekerjaan
mengganggu keluarga dan keluarga mengganggu pekerjaan. Pekerjaan
mengganggu keluarga, artinya sebagian besar waktu dan perhatian
dicurahkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kurang mempunyai
waktu untuk keluarga. Sebaliknya keluarga mengganggu pekerjaan
berarti sebagian besar waktu dan perhatiannya digunakan untuk
menyelesaikan urusan keluarga sehingga mengganggu pekerjaan.
Konflik pekerjaan-keluarga ini terjadi ketika kehidupan rumah
seseorang.
Frone (Triaryati, 2003) mengatakan bahwa work-family conflict
dapat didefinisikan sebagai bentuk konflik peran dimana tuntutan peran
dari pekerjaan dan keluarga secara mutual tidak dapat disejajarkan
dalam beberapa hal. Hal ini biasanya terjadi pada saat seseorang
berusaha memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan usaha tersebut
dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk
memenuhi tuntutan keluarganya, atau sebaliknya, dimana pemenuhan
tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemampuan orang
tersebut dalam memenuhi tuntutan pekerjaannya. Contohnya saat
seorang wanita yang sudah memiliki anak harus berkewajiban mengurus
anak dirumah namun juga memilih untuk menjadi wanita karier, akan
terjadi konflik peran dimana tuntutan peran sebagai seorang ibu dan
wanita karier berbeda. Wanita yang dapat memenuhi tuntutan pekrjaan
dipengaruhi juga oleh kemampuannya memnuhi tuntutan sebagai ibu.
Tuntutan pekerjaan berhubungan dengan tekanan yang berasal
dari beban kerja yang berlebihan dan waktu, seperti; pekerjaan yang
harus diselesaikan terburu-buru dan deadline. Sedangkan tuntutan
keluarga berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menangani
tugas-tugas rumah tangga dan menjaga anak. Tuntutan keluarga ini
ditentukan oleh besarnya keluarga, komposisi keluarga dan jumlah
anggota keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap anggota yang
lain (Yang, Chen, dkk, 2000)

Comments

Popular Posts