Dimensi Beban Kerja (skripsi,tesis,disertasi)
Hart dan Staveland (Tarwaka, 2011) membagi beban kerja fisik
dan mental menjadi enam dimensi yaitu :
a) Mental demand (tuntutan mental), yaitu besarnya aktivitas mental
dan perseptual yang dibutuhkan untuk melihat, mengingat, dan
mencari. Pekerjaan tersebut mudah atau sulit, sederhana atau
kompleks, dan longgar atau ketat. Contohnya yaitu pekerja wanita
yang membutuhkan skill yang cukup rumit dalam memproduksi
produk perusahaan
b) Physical demand (tuntutan fisik), yaitu besarnya aktivitas fisik yang
dibutuhkan dalam melakukan tugas. Contohnya yaitu mendorong,
menarik, memutar, mengontrol, menjalankan dan lainnya.
c) Temporal demand (tuntutan waktu), yaitu jumlah tekanan yang
berkaitan dengan waktu yang dirasakan selama pekerjaan
berlangsung. Pekerjaan perlahan atau santai atau cepat, dan
melelahkan. Contohnya yaitu tekanan yang diperoleh dari
perusahaan terkait tuntutan pekerjaan atau target produksi.
d) Performance (performansi), yaitu seberapa besar keberhasilan
seseorang di dalam pekerjaannya dan seberapa puas dengan hasil
kerjanya. Contohnya yaitu ketika pekerja wanita merasa dapat
memenuhi target dari perusahaan sehingga merasa puas terhadap
pekerjaannya.
e) Effort (tingkat usaha), yaitu usaha yang dikeluarkan secara fisik dan
mental yang dibutuhkan untuk mencapai level performansi
karyawan. Contohnya yaitu pekerja wanita yang membutuhkan
banyak tenaga untuk mencapai target yang sudah ditentukan
perusahaan.
f) Frustation level (tingkat frustrasi), yaitu seberapa tidak aman, putus
asa, tersinggung, terganggu, dibandingkan dengan perasaan aman,
puas, nyaman, dan kepuasan diri yang dirasakan. Contohnya yaitu
perasaan lelah, terganggu atas beratnya beban pekerjaan seorang
wanita yang bekerja.
Sedangkan menurut Wickens dan Hollands (Wulanyani, 2013) tiga dimensi
beban kerja adalah:
a) Time load atau beban waktu yang menunjukkan jumlah waktu yang
tersedia dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring tugas.
Contohnya yaitu jumlah waktu yang tersedia untuk melakukan suatu
tugas tertentu seperti menjahit.
b) Mental effort atau beban usaha mental, yang berarti banyaknya
usaha mental dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Contohnya
pekerjaan sebagai buruh pabrik garmen dituntut untuk tetap focus,
berkonsentrasi, tidak mudah menyerah.
c) Psychological stress atau beban tekanan psikologis yang
menunjukkan tingkat resiko pekerjaan, kebingungan, dan frustasi.
Contohnya yaitu ketika buruh dituntut untuk menyelesaikan
pekerjaan dalam rentang waktu yang singkat akan menimbulkan
perasaan frustasi.
Comments
Post a Comment