Dimensi Konflik Peran Ganda (skripsi,tesis,disertasi)

 


Konflik peran ganda yang terjadi pada perawat wanita rumah sakit
dapat dilihat melalui :
1) Konflik Pekerjaan-Keluarga (work family confict)
Frone (1992) mendefinisikan konflik pekerjaan keluarga sebagai
konflik peran yang terjadi pada karyawan di mana di satu sisi ia harus
melakukan pekerjaan di kantor dan di sisi lain harus memperhatikan
keluarga secara utuh, sehingga sulit membedakan antara pekerjaan yang
mengganggu keluarga atau keluarga yang mengganggu pekerjaan. Seperti
sebagian besar waktu yang dipergunakan untuk menyeselaikan tanggung
jawab pekerjaan akan menghalangi seseorang untuk menjalankan tanggung
jawabnya di rumah atau urusan keluarga. Menurut Triaryati (2003) tuntutan
pekerjaan berhubungan dengan tekanan yang timbul dari beban pekerjaan
yang terlalu banyak dan waktu seperti pekerjaan yang harus diselesaikan
terburu buru dan deadline.
Menurut Boles et al., (2001) dalam Indriyani (2009) indikatorindikator konflik pekerjaan keluarga adalah :
a. Tekanan kerja yang tinggi.
b. Banyaknya tuntutan tugas.
c. Kurangnya kebersamaan keluarga.
d. Sibuk dengan pekerjaan.
e. Konflik komitmen dan tanggung jawab terhadap keluarga.
2) Konflik Keluarga-Pekerjaan (family work conflict)
Adapun konflik keluarga-pekerjaan menitik beratkan pada suatu
wujud konflik peran yang biasanya tuntutan waktu untuk mengurus rumah
tangga dalam hal mengatur dan membina keluarga secara baik dan
ketegangan yang disebabkan oleh keluarga akan mengganggu tugasnya
sebagai perawat dengan bekerja sesuai beban kerja perawat dengan
mnunjukkan performa kerja yang baik (Natameyer et al., (1996).
Menurut Frone (1992) menyebutkan beberapa indikator indikator
konflik keluarga-pekerjaan yang sudah disesuaikan yaitu:
a. Tekanan sebagai orang tua
Tekanan sebagai orang tua adalah beban kerja sebagai orang tua di dalam
lingkup keluarga. Beban yang di tanggung bisa berupa kenakalan anak
dan beban pekerjaan rumah tangga karena anak tidak dapat membantu
menyelesaikan.
b. Tekanan perkawinan
Tekanan perkawinan merupakan beban sebagai istri akan suami di dalam
keluarga. Beban yang di alami dapat berupa pekerjaan rumah tangga
karena pasangan tidak bisa membantu menyelesaikannya, tidak
mendapatkan dukungan dari pasangan atau sikap suami yang
memutuskan sesuatu dengan tidak melibatkan istri.
c. Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua
Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua mengukur tingkat seseorang
dalam memihak perannya sebagai orang tua. Keterlibatan sebagai orang
tua untuk menemani anak dan sewaktu dibutuhkan oleh anak.
d. Campur tangan pekerjaan
Campur tangan pekerjaan menilai derajat dimana pekerjaan seseorang
mencampuri kehidupan keluarganya. Campur tangan pekerjaan bisa
berupa masalah pekerjaan yang mengganggu hubunan didalam lingkup
keluarga yang tersita.

Comments

Popular Posts