Faktor yang Mempengaruhi Keuangan Inklusif (skripsi,tesis,disertasi)

 


Penelitian ini menggunakan Indeks Keuangan Inklusif (IIK)
sebagai variabel dependen. Indeks keuangan inklusif merupakan ukuran
untuk tingkat keuangan inklusif. Indeks keuangan inklusif akan
dipergunakan untuk mengukur tingkat keuangan inklusif di lima
Kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2013 sampai
dengan tahun 2018. Perhitungan indeks keuangan inklusif dalam
penelitian ini mengikuti konsep perhitungan yang telah dilakukan oleh
Ummah dkk., (2015) dan Atikah dan Ma’ruf (2016).
Variabel independen dari penelitian ini diadopsi dari penelitianpenelitian yang telah ada sebelumnya. Variabel yang digunakan dalam
penelitian ini diantaranya:
a. PDRB Per Kapita
Salah satu indikator penting dalam mengetahui kondisi
perekonomian di suatu negara dalam periode tertentu melalui data
Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga kostan maupun
harga berlaku. Produk domestik bruto (PDB) digunakan untuk
mengukur pertumbuhan ekonomi lingkup yang lebih luas atau skala
nasional sedangkan produk domestik regional bruto (PDRB)
digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi lingkup yang lebih
kecil atau skala regional.
PDRB dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam
mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Besaran PDRB antar
daerah berbeda-beda, ini dikarenakan potensi faktor-faktor produksi
yang dimiliki antar daerah bervariasi. Di dalam suatu perekonomian
negara, antara sektor satu dengan sector lainnya saling membutuhkan,
baik dari bahan mentah maupun hasil akhirnya. Sektor industri
memerlukan bahan mentah dari sektor pertanian dan pertambangan,
hasil sektor industri dibutuhkan oleh sektor pertanian dan jasa-jasa
Pendapatan per kapita merupakan pendapatan rata-rata
penduduk dalam suatu negara dalam periode satu tahun. Terdapat dua
cara yang digunakan dalam menghitung pendapatan per kapita, yaitu
berdasarkan harga tetap dan berdasarkan harga yang sedang berlaku.
Jika kita menghitung berdasarkan harga tetap maka hasilnya disebut
dengan pendapatan per kapita riil. Sebaliknya apabila kita menghitung
pendapatan per kapita berdasarkan harga yang sedang berlaku maka
hasilnya disebut dengan pendapatan perkapita nominal.
Pendapatan per kapita nominal adalah pendapatan per kapita
yang tidak memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.
Sedangkan pendapatan per kapita riil adalah pendapatan per kapita
yang sudah memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.
GDP Per kapita dianggap penting karena semakin besar pendapatan
seseorang, semakin besar pula kesempatan mengakses jasa keuangan.
b. Angka Melek Huruf
Melek huruf adalah kemampuan menulis dan membaca.Lawan kata
dari melek huruf adalah buta huruf atau tuna aksara. Angka Melek Huruf
merupakan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai
kemampuan membaca dan menulis huruf latin, huruf arab dan huruf
lainnya tanpa harus mengerti apa yang dibaca atau ditulisnya. Melek huruf
memungkinkan manusia melalukan lompatan kuantum dalam peradaban
karena dengan melek huruf masyarakat luas tercerahkan atau paling tidak
memiliki akses yang luas terhadap sumber informasi bahkan sumber ilmu
pengetahuan yang sebelumnya dimiliki oleh segelintir orang.
Angka melek huruf berkisar antara 0-100, dimana tingkat melek
huruf yang tinggi menunjukkan adanya sebuah sistem pendidikan dasar
yang efektif dan atau program keaksaraan yang memungkinkan
penduduk untuk memperoleh informasi melalui kemampuan
menggunakan kata-kata tertulis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
demikian, dapat diteliti lagi seberapa besar penduduk di suatu wilayah
yang memiliki kemampuan dasar untuk memperluas akses informasi,
pengetahuan dan ketrampilan, memudahkan komunikasi, serta
mempromosikan pemahaman yang lebih baik sehingga penduduk
tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup diri, keluarga, maupun
negaranya diberbagai bidang kehidupan. Selain itu, angka melek huruf
dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam perencanaan dan evaluasi
program pemberantasan buta huruf, pemberantasan kemiskinan,
program pembangunan di bidang kesehatan dan program pembangunan
lainnya.
Melek huruf juga penting karena melibatkan pembelajaran
berkelanjutan dalam mencapai tujuannya, dimana hal ini berkaitan
langsung bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan, menggali
potensinya, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat yang lebih luas.
Kondisi ini juga mempermudah penerimaan informasi dari berbagai
sumber salah satunya adalah lembaga keuangan. Informasi yang
diterima akan mudah diolah dan diharapkan dapat meningkatkan
kesejahteraan diri. Dengan demikian melek huruf akan mendukung
program keuangan inklusif yang tepat sasaran sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
c. Infrastuktur Jalan
Infrastruktur merupakan hal mendasar yang dibutuhkan
dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Infrastruktur fisik dan sosial dapat
didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem
struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor
privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian
dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk kepada
infrstruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur antara lain
dapat berupa fasilitas jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal waduk,
tanggul, pengelolahan limbah, pelistrikan, telekomunikasi, pelabuhan
secara fungsional.
Infrastruktur dikelompokkan menjadi enam kelompok, yaitu
kelompok jalan (jalan, jalan raya, jembatan), kelompok pelayanan
transportasi (transit, jalan rel, pelabuhan, bandar udara), kelompok air (air
bersih, air kotor, semua sistem air, termasuk jalan air), kelompok
manajemen limbah (sistem manajemen limbah padat), kelompok bangunan
dan fasilitas olahraga luar, dan kelompok produksi dan distribusi energi
(listrik dan gas).
Dalam pasal 1 ayat 4 UU No. 38 Tahun 2004 tentang jalan,
memberikan definisi bahwa jalan yaitu prasarana transportasi darat yang
meliputi segala bagian jalan, termasuk pembangunan pelengkap dan
perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada
permukaan tanah, diatas permukaan tanah dan/atau air, kecuali jalan kereta
api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan merupakan infrastruktur fisik yang
sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Jalan merupakan salah satu
prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam sektor
perhubungan terutama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan
mengembangkan potensi daerah. Kondisi jalan yang baik akan menjadi
tolak ukur dari perekonomian dan akan memudahkan distribusi barang dan
jasa serta kelancaran investasi. Pada umumnya jalan aspal merupakan
salah satu infrastruktur yang mengindikasikan kondisi pembangunan yang
baik dalam suatu negara. Selain itu, semakin baik kondisi jalan yang ada
pada suatu negara akan memudahkan akses pada lembaga keuangan.
Untuk itu dalam penelitian ini infrastruktur yang digunakan adalah jumlah
keseluruhan jaringan aspal yang ada di masing-masing Kabupaten/kota di
Daerah Istimewa Yoogyakarta.
d . Pengangguran
Faktor lain yang dapat dikaitkan dengan keuangan inklusi adalah
pekerja (Sarma dan Pias, 2011). Pekerja adalah faktor penting yang
mempengaruhi keuangan inklusif. Pertama, peningkatan lapangan kerja
baik formal maupun informal umumnya disertai dengan pertumbuhan
pendapatan yang akan mengarah pada partisipasi sistem keuangan formal
sehingga meningkatkan keuangan inklusi. Kedua, pekerjaan formal secara
otomatis menghubungkan karyawan dengan sistem keuangan formal
melalui pembayaran upah dengan Automated Cash Transfer (ACT).
Sebaliknya, pengangguran atau mereka yang tidak memiliki pekerjaan,
akan sedikit kemungkinan untuk berpatisipasi dalam sistem keuangan
(Lenka dan Barik, 2018)

Comments

Popular Posts