Hubungan antara Konflik Peran Ganda (Work-Family Conflict) dengan Stres Kerja Karyawan Wanita (skripsi,tesis,disertasi)

 Anoraga (dalam Anggraeni, 2003) berpendapat bahwa stres merupakan tanggapan

seseorang, baik secara fisik maupun secara mental terhadap suatu perubahan di
lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam.
Robbins (2001) menyatakan bahwa stres merupakan suatu kondisi yang menekan
keadaan psikis seseorang dalam mencapai sesuatu kesempatan di mana untuk
mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.
Stres kerja pada karyawan perempuan adalah tanggapan seorang
perempuan terhadap suatu kondisi atau kejadian yang muncul karena interaksi
antara perempuan tersebut dengan individu yang lain dengan pekerjaanya sebagai
karyawan di suatu perusahaan yang dapat mengganggu kondisi fisik dan
psikologisnya. Konflik peran ganda dapat menimpa laki-laki maupun perempuan,
namun dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada konflik peran ganda yang
terjadi pada wanita karir yang sudah menikah.
Keadaan ideal yang ingin diperoleh oleh seorang ibu sebagai wanita karir
adalah bisa tetap dekat dengan anak dan keluarga. Berusaha semaksimal mungkin
untuk mendampingi anak-anak,berhasil mengurus rumah tangga, anak-anak serta
suami, tetapi tetap dapat menyalurkan kebutuhan mereka sebagai makhluk sosial
kebutuhan untuk bersosialisasi, tetap mampu mandiri dari segi keuangan,
pengembangan wawasan, serta perasaan dihargai dan bangga saat mereka bekerja
menjadi wanita karir. Keinginan untuk menjalankan kedua peran tersebut dengan
sempurna, terkadang saling bertentangan satu dengan lain, sehingga dapat
menimbulkan konflik pada wanita bekerja.
Perempuan yang memliki peran ganda akan bertemu dengan konflikkonfik yang timbul akibat pilihan pilihan yang sulit. Konflik peran menurut Parek
(dalam Puji, 2008) terjadi karena adanya harapan harapan yang saling
bertentangan pada saat yang bersamaan.

Comments

Popular Posts