Hubungan Beban Kerja dengan Work-Family Conflict (skripsi,tesis,disertasi)

 


Work family conflict adalah salah satu dari bentuk interrole conflict
yaitu tekanan atau ketidakseimbangan peran antara peran dipekerjaan
dengan peran didalam keluarga (Greenhaus &Beutell, 1985). Sedangkan
beban kerja menurut Hart & Staveland (Tarwaka, 2011) menyatakan bahwa
beban kerja merupakan suatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan
tugas-tugas lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja,
keterampilan dan persepsi dari pekerja. Aspek-aspek yang terdapat dalam
beban kerja antara lain tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu,
performansi, tingkat usaha dan tingkat frustrasi.
Tuntutan mental berupa aktivitas mental dan perseptual yang tinggi
didalam pekerjaan akan mendorong munculnya work family conflict.
Menurut Praptadi (2017) seorang pekerja yang memiliki kelelahan bekerja
akibat tuntutan mental cenderung akan mengalami work family conflict
sehingga dapat berujung dengan keputusan untuk keluar dari pekerjaan. Hal
ini diakrenakan sulitnya mengatur waktu anata pekerjaan dan keluarga.
Kemudian tuntutan fisik yang berupa aktivitas fisik yang dilakukan
didalam pekerjaan seperti menarik, memotong, menjalankan suatu alat yang
dilakukan dalam intensitas yang tinggi akan menimbulkan kelelahan fisik
bagi pekerja. Hal ini membuat terlalu banyak energi yang digunakan untuk
bekerja sehingga akan mengganggu kemampuan menyelesaikan pekerjaan
rumah tangga. Schaufeli (2009) menjelaskan bahwa kelelahan kerja baik
secara fisik maupun mental akan memunculkan work family conflict bagi
yang menjalaninya. Tuntutan fisik yang tinggi akan menyebabkan kelelahan
berupa kurangnya konsentrasi sehingga mengganggu pekerja mengatur
waktu dengan keluarga.
Tuntutan waktu bekerja merupakan hal yang berpengaruh pada
work-family conflict. Peneliti menunjukkan bahwa pengaruh paling krusial
pada keprofesionalan bekerja dalam sebuah keluarga ditunjukkan dengan
seberapa besar waktu yang digunkaan oleh seorang individu untuk
pekerjaan dan karir profesionalnya. Menurut Carlson (2011) beberapa
penelitian menunjukkan semakin lama waktu bekerja akan semakin
meningkatkan work-family conflict. Peningkatan waktu bekerja, tingginya
keterlibatan dalam pekerjaan dan stress kerja memperdalam work-family
conflict. Dugan (2012) mengatakan bahwa wanita yang bekerja kurang dari
20 jam per minggu akan kurang mengalami work-family conflict, sedangkan
wanita yang bekerja 45 jam per minggu lebih banyak akan mengalami
konflik antara wanita dan pria. Tidak hanya waktu kerja, tetapi juga beban
kerja yang berat menyebabkan work-family conflict. Perjalanan bisnis yang
memakan waktu lama juga akan mempengaruhi time-based conflict.
Performansi yaitu seberapa besar keberhasilan dan kepuasan
sesorang dalam pekerjaannya. Penelitan yang dilakukan oleh Christine
(2010) menjelaskan bahwa semakin baik performa kerja seseorang maka
akan semakin rendah work family conflict yang mungkin dialaminya.
Apabila seorang pekerja sudah merasa berhasil dan puas menjalankan tugastugas yang diberikan akan mengurangi dampak work family conflict.
Tingkat usaha yang dikeluarkan secara fisik dan mental untuk
mencapai performa kerja yang diinginkan akan mempengaruhi work family
conflict. Seorang pekerja yang mengeluarkan seluruh usaha dalam mencapai
level performa kerja yang diinginkan akan kesulitan untuk memenuhi
tuntutan peran lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Ariani (2017)
menunjukkan semakin besar tingkat usaha yang diberikan seseorang
kedalam pekerjaannya maka akan mengganggu tingkat usaha yang akan
diberikan kedalam keluarganya. Hal ini mendorong munculnya work family
conflict.
Selanjutnya tingkat frustrasi berupa perasaan tidak aman, terganggu,
tersinggung yang dirasakan dalam bekerja akan mendorong munculnya
tingkat frustrasi yang sama pada saat mengurus keperluan rumah tangga.
Menurut Ariani (2017) perasaan frustrasi yang dialami saat bekerja
memunculkan stress kerja yang selanjutnya akan berdampak pada work
family conflict. Semakin tinggi tingkat frustasi seseorang maka cenderung
akan mengalami work family conflict.

Comments

Popular Posts