Hubungan Konflik Peran Ganda terhadap Kinerja yang Dimediasi oleh Stres Kerja (skripsi,tesis,disertasi)
Weinberg dan Gould (2003) mendefinisikan stres sebagai “a
substantial imbalance between demand (physical and psychological) and
response capability, under condition where failure to meet that demand
has importance concequences”. Artinya, ada ketidakseimbangan antara
tuntutan (fisik dan psikis) dan kemampuan memenuhinya. Gagal dalam
memenuhi kebutuhan tersebut akan berdampak krusial.
Menurut Robert L. Malthis dan John H. Jackson (2001: 82) faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja individu tenaga kerja, yaitu:
1. Kemampuan mereka,
2. Motivasi,
3. Dukungan yang diterima,
4. Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan
5. Hubungan mereka dengan organisasi.
Konflik peran ganda yang dialami oleh wanita karir dapat menyebabkan
hambatan dalam pekerjaan. Seperti yang dikemukakan oleh Orenstein (dalam
Puji, 2008) bahwa peran ganda dapat membuat wanita sulit meraih sukses di
bidang pekerjaan, keluarga dan hubungan interpersonal sekaligus. Bila tidak ingin
seperti itu disarankan sebaiknya wanita tersebut tidak berprinsip sebagai wanita
super yang sanggup melakukan semuanya sendiri. Ketidakmampuan wanita karir
dalam menyelesaikan konflik peran ganda tersebut dapat menyebabkan mereka
menampilkan sikap kerja yang negatif misalnya kurang termotivasi dalam bekerja,
kurang konsentrasi, karena urusan keluarga sehingga dengan demikian akan
berpengaruh terhadap kinerja organisasi atau perusahaan secara keseluruhan
Berdasarkan ulasan ini, konflik akibat peran ganda yang dimiliki oleh karyawan
perempuan akan meningkatkan tingkat stres kerja karyawan perempuan yang
nantinya juga akan berpengaruh pada kinerja karyawan perempuan tersebut
Comments
Post a Comment