Kelompok Sasaran Keuangan Inklusif (skripsi,tesis,disertasi)

 .

Keuangan inklusif ini merupakan strategi pembangunan nasional untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan pendapatan, pengentasan
kemiskinan serta stabilitas sistem keuangan. Strategi yang berpusat pada
masyarakat ini perlu menyasar kelompok yang mengalami hambatan untuk
mengakses layanan keuangan. Pengelompokan ini meliputi:
a. Miskin Berpendapatan Terendah.
Kategori ini mencakup mereka yang memiliki akses sangat terbatas atau
tanpa akses sama sekali ke semua jenis layanan keuangan. Kategori ini
mengacu pada golongan sangat miskin yang mungkin menerima bantuan
sosial, serta segmen bawah kategori miskin yang menjadi bagian dari program
pemberdayaan masyarakat.
b. Miskin Bekerja.
Kategori ini mencakup orang miskin yang berusaha sendiri, termasuk di
dalamnya petani kecil dan marjinal, nelayan, seniman dan perajin, pedagang
kecil, dan pengusaha mikro di sektor informal baik di perkotaan dan
perdesaan. Kurangnya sumber daya membatasi kemampuan mereka untuk
memperluas produksi atau melakukan perbaikan dalam hal produktivitas dan
pendapatan.
c. Bukan Miskin.
Kategori ini meliputi semua penduduk yang tidak memenuhi kriteria
untuk masuk dalam kelompok masyarakat miskin berpendapatan terendah dan
miskin bekerja.
d. Pekerja Migran Domestik dan Internasional.
TKI biasanya kurang terlayani oleh sektor keuangan, atau memiliki akses
yang terbatas ke layanan keuangan. Mereka terutama membutuhkan sarana
untuk mengirim uang secara aman, cepat, dan murah dari tempat kerja ke
rumah, yang sering kali terletak di daerah terpencil dan tertinggal.TKI
umumnya berasal dari rumah tangga pertanian yang miskin, yang terletak di
daerah perdesaan dengan tingkat pendapatan rendah. Mereka memiliki akses
yang terbatas ke produk atau jasa keuangan formal untuk mendukung mereka
selama proses tahapan migrasi (yaitu, pra, selama, dan pasca migrasi).
e. Perempuan.
Di banyak negara berkembang, kerap terdapat perbedaan besar antara lakilaki dan perempuan dalam hal akses, kebutuhan, dan pilihan mereka terhadap
jasa keuangan; sehingga dalam mengembangkan akses terhadap layanan
keuangan, adalah penting untuk mengenali perbedaan-perbedaan tersebut. Di
Indonesia, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk
mempunyai rekening tabungan. Namun, motivasi utama laki-laki saat
membuka rekening tabungan bank lebih sering adalah untuk memperoleh
kredit, sedangkan perempuan menabung demi keperluan mendatang. Dalam
hal kepemilikan asuransi, perempuan lebih sering membeli asuransi
pendidikan, sementara laki-laki lebih memilih asuransi jiwa, dan pada taraf
tertentu juga memiliki asuransi harta benda.
f. Penduduk daerah terpencil.
Sekitar 52 persen penduduk Indonesia hidup di daerah perdesaan dan
sekitar 60 persennya tidak memiliki akses ke jasa keuangan formal. Dari
sekitar 12,49 persen penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, sekitar
64 persen tinggal di daerah perdesaan. Angka-angka ini, ditambah dengan
kondisi sebaran geografis dari kepulauan Indonesia, menunjukkan pentingnya
bagi strategi nasional keuangan inklusif untuk memberi perhatian khusus
kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil. Kesenjangan akses ke jasa
keuangan untuk kategori ini sebagian dapat diatasi dengan penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi (misalnya, mobile money untuk
memfasilitasi transfer dan transaksi pembayaran antar pulau, serta antar
perdesaan dan perkotaan).

Comments

Popular Posts