Konflik Peran Ganda (skripsi,tesis,disertasi)
Sawiji (2017) mengatakan konflik pekerjaan-keluarga merupakan bentuk konflik peran
dimana tuntutan peran dari pekerjaan dan keluarga secara mutual tidak dapat disejajarkan
dalam beberapa hal, dalam memenuhi tuntutan di keluarganya, seseorang dipengaruhi oleh
kemampuan dalam memenuhi tuntutan pekerjaannya, atau sebaliknya, dalam memenuhi
tuntutan peran dalam pekerjaannya dipengaruhi oleh kemampuan dalam memenuhi tuntutan
keluarganya. Saat seorang pekerja pria menemui tuntuan di dalam keluarganya untuk bisa
menafkahi maka secara tidak langsung para pria akan bekerja dengan giat agar mendapatkan
hasil yang diingkannya, untuk memenuhi kebutuhan di dalam keluarganya. Tekanan dari
tuntutan pekerjaan berasal dari beban kerja yang cukup banyak, deadline yang harus segera
diselesaikan, sedangkan tekanan dari tuntutan keluarga membagi waktu untuk bisa mendidik
anak, menjaga anak, menangani tugas-tugas yang ada di dalam rumah tangga. Work-family
conflict atau konflik peran ganda adalah bentuk konflik antar peran pekerjaan dan keluarga
yang tidak sejalan satu dengan yang lainnya, tanggung jawab di dalam pekerjaan yang
mengganggu kehidupan rumah tangga, waktu yang diberikan untuk keluarga yang disebabkan
dari harapan dua peran yang berbeda (Hasanah & Ni’matuzahroh, 2018).
Menurut Greenhaus & Beutell (1985) menyatakan ada tiga dimensi, yaitu: Time based
conflict (konflik berdasarkan waktu). Waktu yang dibutuhkan untuk melakuakan salah satu
tuntutan (keluarga atau pekerjaan) mampu mengurangi waktu untuk melaksanakan tuntutan
yang lainnya (pekerjaan atau keluarga). Keadaan konflik ini secara positif berkaitan dengan
jumlah jam keja, lembur, tingkat kehadiran, ketidakteraturan shift, dan kontrol jadwal kerja.
Kurangnya waktu untuk menjalankan masing-masing peran, dan salah satu peran menganggu
aktivitas pada peran lainnya. Yang kedua, Strain based conflict (konflik berdasarkan tegangan).
Tekanan dari satu peran dapat mempengaruhi peran lainnya. Seperti ketegangan, kelelahan,
kecemasan, depresi, kehadiran anak baru, karakter peran kerja, dan adanya dukungan sosial
dari anggota keluarga. Pada ranah pekerjaan, karakteristik peran keluarga yang mewajibkan
mempunyai komitmen waktu yang cukup panjang, secara langsung maupun tidak langsung
dapat mengakibatkan ketegangan. Seperti kelelahan dalam melakukan satu peran karena peran
lainnya, ketidakstabilan emosi yang dirasakan pada satu peran karena peran lainnya, dan
membawa masalah di peran satu ke peran yang lain. Yang ketiga, Behavior based conflict
(konflik berdasarkan perilaku). Perilaku yang berhubungan satu dengan peran lainnya yang
kemungkinan mengalami ketidakcocokan dengan harapan dari peran yang lain. Perilaku yang
dibutuhkan dalam satu peran mungkin saja tidak cocok untuk peran lain. Apabila seseorang
tidak sanggup untuk menempatkan peran yang berbeda, maka akan menghadapi konflik antar
peran.
Adapula faktor-faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda menurut Marretih
(2013): (a) Time Pressure, semakin banyak waktu yang digunakan untuk bekerja maka
semakin sedikit waktu untuk keluarga. (b) Family size and support, semakin banyak anggota
keluarga maka semakin banyak konflik, dan semakin banyak dukungan keluarga maka semakin
sedikit konflik. (c) Kepuasan kerja, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja maka sedikit konflik
yang akan dirasakan atau dihadapi. (d) Marital and life satisfaction, ada asumsi bahwa
perempuan bekerja memiliki konsekuensi yang negatif terhadap pernikahannya. (e) Size of
firm, banyaknya pekerja dalam perusahaan mungkin saja mempengaruhi konflik peran ganda
seseorang.
Konflik peran akan timbul jika seseorang pekerja mengalami hal sebagai berikut,
menurut Indrawan (2009): (a) Pertentangan antara tugas yang harus dilakukan dengan
tanggung jawab yang dimiliki. (b) Menurutnya tugas yang dilakukan bukan bagian dari
pekerjaannya. (c) Tuntutan yang diterima bertentangan dengan atasan, rekan kerja, bawahan
atau orang lain yang dianggap penting. (d) Adanya pertentangan dengan nilai dan keyakinan
pribadinya selama melaksanakan tugas pekerjaannya
Comments
Post a Comment