Pengaruh Konflik Peran dan Konflik Kerja Keluarga terhadap Kinerja Karyawan (skripsi,tesis,disertasi)

 


Perusahaan dituntut dapat mempertahanankan karyawannya untuk
melaksanakan tugas yang telah diberikan dan membuat karyawan tetap
betah untuk bekerja tanpa menurunkan kinerja karyawan tersebut.
Semakin tinggi komitmen semakin loyal karyawan terhadap perusahaan,
sehingga akan meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja yang terusmenerus meningkat akan memberikan efek pada kemajuan perusahaan
sehingga, komitmen sangat diperlukan sebagai indikator kerja karyawan
agar dapat bekerja secara optimal guna meningkatkan produktifitas dan
efektivitas perusahaan (Amelia, dkk, 2015).
Karyawan menghadapi tantangan dan tekanan yang belum pernah
terjadi sebelumnya dalam menghadapi antarmuka kerja dan keluarga.
Misalnya, tugas pekerjaan menjadi lebih rumit seperti komunikasi multibudaya telah menjadi norma. Karyawan sering diharapkan untuk bekerja
dari rumah dengan tugas-tugas seperti berurusan dengan pesan instan atau
konferensi video pada malam hari dengan klien luar negeri, yang dapat
mengorbankan waktu mereka bersama keluarga. Demikian juga,
perubahan karakteristik keluarga seperti peningkatan pasangan pencari
nafkah ganda atau orang tua tunggal dapat menghambat kehidupan kerja
sehingga karyawan akan menemukan lebih sedikit energi dan waktu yang
disediakan untuk tugas-tugas pekerjaan. Oleh karena itu, orang mungkin
mengalami konflik pekerjaan-keluarga (work family conflict) lebih dari
sebelumnya. work family conflict mengacu pada persepsi karyawan
tentang konflik yang timbul dari bentrokan dan tantangan masalah
pekerjaan dan keluarga, yang dapat terjadi dalam dua arah, dengan
pekerjaan yang mengganggu keluarga (WIF) atau keluarga yang
mengganggu pekerjaan (FIW) (Liao dan Lau, 2018).
Hasil penelitian Amelia Rahma Iresa, Hamidah Nayati Utami dan
Arik Prasetya (2015), Angga Prasetyo dan Marsono (2011) serta Indah
Anisykurlillah, Agus Wahyudin dan Kustiani (2013) menunjukkan bahwa
konflik peran berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian I Gusti Agung Gede Krisna Divara dan Agoes Ganesha
Rahyuda (2016) menunjukkan bahwa konflik kerja dan keluarga
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

Comments

Popular Posts