Pengaruh konflik peran (X1) terhadap kinerja karyawan (skripsi,tesis,disertasi)
Konflik peran adalah suatu konflik yang timbul karena
mekanismepengendalian birokrasi organisasi tidak sesuai dengan
norma, aturan, etika dankemandirian profesional. Kondisi tersebut
biasanya terjadi karena adanya duaperintah yang berbeda yang
diterima secara bersamaan, dan pelaksanaan salahsatu perintah saja
akan mengakibatkan terabaikannya perintah yang lain.Menurut Tsai
dan Shis (2005) dalam Fanani et al (2008) konflik peran merupakan
suatu gejala psikologis yang dialami oleh karyawan yang bisa
menimbulkan rasa tidak nyaman dalam bekerja dan secara potensial
menurunkan motivasi kerja sehingga bisa menurunkan kinerja secara
keseluruhan.
Berdasarkan teori motivasi faktor higieneyang dikembangkan oleh
Herzberg, yaituapabila kondisi kerja memadai, sepertikonflik peran
yang dihadapi kecil, makadapat menentramkan pekerjaan,
sepertimeningkatnya komitmen organisasi.Dengan kata lain,
meningkatnya konflikperan yang dialami oleh seorangkaryawan akan
berakibat pada turunnyakinerja karyawan karena karyawantersebut
lebih mencurahkan tenaganyauntuk mengatasi konflik peran
yangdihadapi daripada menyelesaikanpekerjaan dengan baik
(Pesireron dan Aponno, 2014).
Kurniasari (2013) yang melakukan penelitian berjudul “Pengaruh
Konflik Peran Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT.
Glory Industrial Semarang II” dan Patria et al (2016) yang melakukan
penelitian berjudul Pengaruh Konflik Peran Dan Ambiguitas Peran
Terhadap Kinerja Auditor dengan Kecerdasan Emosional
SebagaiVariabel Moderasi menunjukkan hasil yang sama yaiu bahwa
konflik peran mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja yang
berarti bahwa jika konflik peran yang dialami karyawan meingkat
maka kinerja akan menurun
Comments
Post a Comment