Sumber-Sumber Stres Kerja (skripsi,tesis,disertasi)

 


Menurut Robbins (2008:370) tingkat stres pada tiap orang akan
menimbulkan dampak yang berbeda, sehingga ada beberapa faktor
penentu yang mempengaruhi tingkat stres seseorang.
Faktor tersebut adalah:
a. Faktor Lingkungan
Selain mempengaruhi disain struktur sebuah perusahaan,
ketidakpastian lingkungan juga mempengaruhi tingkat stress para
karyawan dalam perusahaan. Perubahan dalam siklus bisnis
menciptakan ketidakpastian ekonomi.
b. Ketidakpastian politik juga merupakan pemicu stress diantara
karyawan masyarakat Amerika, dan ketidakpastian yang sama
mempengaruhi karyawan di negara-negara seperti Haiti atau
Venezuela.
c. Perubahan teknologi adalah faktor lingkungan ketiga yang dapat
menyebabkan stress, karena inovasi-inovasi baru yang dapat membuat
ketrampilan dan pengalaman seorang karyawan jadi usang dalam
waktu singkat, komputer, sistem robotik, otomatisasi dan berbagai
bentuk inovasi teknologis lain yang serupa merupakan ancaman bagi
banyak orang dan membuat mereka stress.
d. Faktor Organisasional
Faktor lain yang berpengaruh pada tingkat stres karyawan
adalah faktor organisasional. Ada beberapa hal yang dapat
dikategorikan sebagai penyebaab stres, yaitu:
1. Tuntutan tugas: faktor yang terkait dengan pekerjaan
seseorang, meliputi: desain pekerjaan individual (otonomi,
keragaman tugas, tingkat otomatisasi), kondisi kerja dan tata
letak fisik pekerjaan.
2. Tuntutan peran: adalah beban peran yang berlebihan dialami
ketika karyawan diharapkan melakukan lebih banyak daripada
waktu yang ada. Ambiguitas peran manakala ekspektasi peran
tidak dipahami secara jelas dan karyawan tidak yakin apa yang
harus ia lakukan.
3. Tuntutan antar pribadi: yaitu tePkanan yang diciptakan oleh
karyawan lain, tidak adanya dukungan dari kolega dan
hubungan antar pribadi yang buruk dapat menyebabkan stress
e. Faktor Individual
Jika di logika, setiap individu bekerja rata-rata 40-50 jam
per minggu. Sedangkan waktu yang digunakan mengurusi hal-hal
diluar pekerjaan lebih dari 120 jam per minggu sehingga akan besar
kemungkinan segala macam urusan di luar pekerjaan mencampuri
pekerjaan. Berbagai hal di luar pekerjaan yang mengganggu
terutama adalah masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta
kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Menurut T. Hani Handoko (2001:201), faktor yang
mempengaruhi stres dapat digolongkan menjadi dua penyebab,
yaitu:
1) On The Job
Adalah segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan, yang
dapat menimbulkan stres pada karyawan. Hal-hal yang bisa
menimbulkan stres yang berasal dari beban pekerjaan antara lain:
a. Beban kerja yang berlebihan.
b. Tekanan atau desakan waktu.
c. Kualitas supervisi yang jelek.
d. Iklim politis yang tidak aman.
e. Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak
memadai.
f. Wewenang yang tidak mencukupi untuk melaksanakan
tanggung jawab.
g. Ambiguitas peran (role ambiguity).
h. Frustasi.
i. Konflik antar pribadi dan antar kelompok.
j. Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan.
k. Berbagai bentuk perubahan.
2) Off The Job
Adalah permasalahan yang berasal dari luar organisasi yang
menimbulkan stres pada karyawan. Permasalahan yang sering
terjadi antara lain:
a. Kekuatan finansial.
b. Masalah yang bersangkutan dengan anak.
c. Masalah fisik.
d. Masalah perkawinan.
e. Perubahan-perubahan yang terjadi di tempat tinggal.
f. Masalah pribadi lain, misalnya kematian sanak saudara.
Hal lainnya lagi dikemukakan oleh Nadeem Malik (2011:3066)
yang berpendapat bahwa stres kerja dipengaruhi oleh:
1. Job content (uraian pekerjaan)
a. Bekerja secara berlebihan.
b. Pekerjaan yang rumit.
c. Pekerjaan yang monoton.
d. Terlalu banyak tanggung jawab.
e. Ketidakjelasan peran.
2. Working conditions (kondisi kerja)
a. kondisi kerja yang buruk.
b. Tingkat kebisingan.
c. Menuntut kerja secara fisik.
3. Employment conditions (kondisi karyawan)
a. Gaji rendah.
b. Prospek karir yang rendah.
c. Kontrak kerja yang fleksibel.
d. Ketidakamanan pekerjaan.
4. Social relations at work (hubungan sosial ditempat kerja)
a. Gaya kepemimpinan yang buruk.
b. Kurangnya dukungan sosial.
c. Kurangnya partisipasi dalam mengambil keputusan.
d. Hak.
e. Diskriminasi

Comments

Popular Posts