Visi dan Tujuan Keuangan Inklusif.(skripsi,tesis,disertasi)
Visi dan Tujuan Keuangan Inklusif.
Visi nasional keuangan inklusif dirumuskan untuk mewujudkan sistem
keuangan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan
terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Tujuan keuangan inklusif tersebut dijabarkan dalam beberapa tujuan sebagai
berikut:
a. Menjadikan strategi keuangan inklusif sebagai bagian dari strategi besar
pembangunan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan
dan stabilitas sistem keuangan. Kelompok miskin dan marjinal merupakan
kelompok yang memiliki keterbatasan akses ke layanan keuangan. Tujuan
keuangan inklusif adalah memberikan akses ke jasa keuangan yang lebih luas
bagi setiap penduduk, namun terdapat kebutuhan untuk memberikan fokus
lebih besar kepada penduduk miskin.
b. Menyediakan jasa dan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Konsep keuangan inklusif harus dapat memenuhi semua
kebutuhan yang berbeda dari segmen penduduk yang berbeda melalui
serangkaian layanan holistik yang menyeluruh.
c. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai layanan keuangan.
Hambatan utama dalam keuangan inklusif adalah tingkat pengetahuan
keuangan yang rendah. Pengetahuan ini penting agar masyarakat merasa lebih
aman berinteraksi dengan lembaga keuangan.
d. Meningkatkan akses masyarakat ke layanan keuangan. Hambatan bagi orang
miskin untuk mengakses layanan keuangan umumnya berupa masalah
geografis dan kendala administrasi. Menyelesaikan permasalahan tersebut
akan menjadi terobosan mendasar dalam menyederhanakan akses ke jasa
keuangan.
e. Memperkuat sinergi antara bank, lembaga keuangan mikro, dan lembaga
keuangan non bank. Pemerintah harus menjamin tidak hanya pemberdayaan
kantor cabang, tetapi juga peraturan yang memungkinkan perluasan layanan
keuangan formal. Oleh karena itu, sinergi antara Bank, Lembaga Keuangan
Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Bukan Bank menjadi penting
khususnya dalam mendukung pencapaian stabilitas sistem keuangan.
f. Mengoptimalkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk
memperluas cakupan layanan keuangan. Teknologi dapat mengurangi biaya
transaksi dan memperluas sistem keuangan formal melampaui sekedar
layanan tabungan dan kredit. Namun pedoman dan peraturan yang jelas perlu
ditetapkan untuk menyeimbangkan perluasan jangkauan dan resikonya.
Comments
Post a Comment