Karakteristik lokasi proyek
Menurut Andi (2003) karakteristik lokasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perencanaan proyek. Karakteristik lokasi proyek merupakan salah satau aspek teknis dalam perencanaan atau studi kelayakan proyek yang harus dikaji. Pengkajian aspek teknis dalam studi kelayakan dimaksudkan untuk memberi batasan garis besar parameter – parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan fisik proyek.
Pengkajian aspek teknis berhubungan dengan aspek – aspek lain, terutama aspek ekonomi, finansial dan pasar. Hubungan erat disini diartikan saling memberi masukan dan keputusan mengenai aspek yang satu tergantung bagaimana dampaknya terhadap aspek yang lainnya dan sebaliknya. Aspek teknis memiliki pengaruh besar terhadap perkiraan biaya dan jadwal karena akan memberikan batasan – batasan lingkup proyek secara kuantitatif (Soeharto,2002,p43).
Menurut Soeharto,(2002,p43), karena sifatnya yang strategis maka penilaian lokasi harus didasarkan pengkajian yang seksama yang berkaitan dengan unit ekonomi dari instalasi spesifik yang hendak dibangun, baik dari segi teknis konstruksi seperti keadaan tanah, iklim, gempa bumi maupun kelangsungan operasi dan produksi di masa depan. Sementara itu, dari waktu ke waktu muncul faktor – faktor baru yang mempengaruhi pertimbangan, misalnya adanya perhatian yang semakin besar dan peraturan bertambah ketat dalam masalah lingkungan hidup.
Menurut Andi (2003), faktor karkateristik lokasi (site characteristic) yang mempegaruhi perencanaan konstruksi terdiri dari :
- Kondisi permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah (topografi) yang menyangkut kemiringan, kontur serta jenis tanah yang ada di lokasi konstruksi. Semakin kompleks kondisi permukaan tanah, maka semakin sulit kompleks juga perencanaan yang harus dibuat.
- Kondisi lingkungan sekitar proyek, yaitu pada lingkungan masyarakat seperti apa proyek dibangun. Apakah terjadi penolakan atau sebaliknya penerimaan yang kuat dari masyarakat di sekitar lokasi proyek
- Karakteristik fisik bangunan di sekitar proyek, berkaitan dengan ketinggian bangunan, gaya arsitektur bangunan dan peruntukan bangunan di sekitar lokasi proyek.
- Area penyimpanan matrial, yaitu ada tidaknya areal penyimpanan matrial sekaligus perencanaan daya tampung dan keamanan dari area penyimpanan material. Jika daya tampung areal penyimpanan matrial terlalu kecil maka proyek dapat mengalami keterlambatan karena kurangnya matrial, sedangkan keamanan penyimpanan matrial berkaitan dengan resiko kelhilangan matrial saat disimpan.
- Kemudahan akses ke lokasi kontruksi, yaitu mudah tidaknya lokasi konstruksi dijangkau oleh berbagai jenis kendaraan maupun alat berat. Semakin mudah akses lokasi proyek, maka semakin mudah perencanaan proyek dibuat
- Kebutuhan ruang untuk bekerja, yaitu perkiraaan terhadap kebutuhan luas area kerja proyek konstruksi. Luas ruang untuk bekerja juga berkaitan dengan kapan waktu yang tepat alat berat didatangkan agar tidak menyita ruang untuk pekerjaan lainnya. Jika ruang kerja yang tersedia cukup luas, maka pengaturan pekerjaan lebih mudah direncanakan.
- Jarak lokasi proyek, yaitu jarak yang harus ditempuh dari kantor perencana proyek ke lokasi proyek. Semakin jauh lokasi maka semakin lama waktu perencanaan yang dibutuhkan.
Comments
Post a Comment