Aspek-Aspek Manajemen Diri
Menurut The Liang Gie (2000) menyatakan ada sekurang-kurangnya 4
aspek bentuk perbuatan manajemen diri bagi siswa yaitu: pendorongan diri
(self motivation), penyusunan diri (self organization), pengendalian diri (self
control), pengembangan diri (self development).
a. Pendorongan diri (Self Motivation)
Syarat pertama seorang siswa untuk mencapai tujuan
pendidikannya ialah pendorongan diri. Menurut The Liang Gie
Pendorongan diri (self motivation) ialah dorongan batin dalam diri
seseorang yang merangsangnya sehingga mau melakukan berbagai
kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selanjutnya Gie juga
menyatakan bahwa dengan adanya pendorongan diri pada individu itu
sendiri tanpa dorongan dari orang lain, akan menumbuhkan minat dan
keinginan keras untuk belajar kemudian mudah dalam berkonsentrasi
selama belajar, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dapat melakukan
kegiatan belajar dalam waktu yang lama serta memperoleh kesenangan
batin karena belajar telah membantu meningkatkan wawasan tentang apa
saja yang dipelajari. Dorongan itu bisa berasal dari dalam diri individu dan
juga bisa berasal dari luar individu.
Dorongan untuk belajar pada diri seorang siswa bersumber dari diri
individu misalnya pada kesenangan membaca, keingintahuan terhadap
pengetahuan baru, dan hasrat pribadi untuk maju. Sedangkan dorongan
yang datang dari luar ialah misalnya perintah dari orang tua untuk belajar
atau ikut-ikutan teman untuk kursus. Suatu dorongan batin akan kuat kalau
timbul dalam diri sendiri tanpa dorongan dari orang lain atau hal luar.
b. Penyusunan Diri (self organization)
Adalah pengaturan sebaik-baiknya terhadap pikiran, tenaga, waktu,
tempat, benda, dan semua sumber daya lainnya dalam kehidupan seorang
siswa sehingga tercapai efisiensi pribadi. Misalnya penyimpanan semua
dokumen pribadi (dari akte kelahiran, ijazah, dll) dalam berkas-berkas
tertentu yang ditaruh pada suatu tempat tertentu pula atau mencatat semua
kegiatan yang akan dilakukan pada lembar pengingat yang ditempel di
dinding atau papan pengumuman. Bisa dikatakan juga pengorganisasian
diri merupakan suatu usaha dalam mengatur dan mengurus segala hal yang
menyangkut pikiran, waktu, tempat, benda, dan sumber daya lainnya yang
menunjang pembentukan manajemen diri, apabila segala sesuatunya telah
diatur sebaik mungkin, maka akan tercapai kehidupan individu menjadi
lebih efisien.
c. Pengendalian Diri (Self Control)
Adalah perbuatan manusia membina tekad untuk mendisiplinkan
kemauan, memacu semangat dan mengarahkan tenaga untuk benar-benar
melaksanakan apa yang harus dikerjakan di sekolah. Adanya pengendalian
diri yang kuat akan muncul sebuah tekad atau keinginan yang kuat untuk
melaksanakan apa yang harus dikerjakan. Keinginan yang kuat akan
memacu munculnya semangat untuk bisa memperoleh apa yang ingin
dicapainya. Pengendalian diri yang kuat juga bisa memberikan penguatan
diri pada individu agar bisa menghindari dirinya pada hal-hal yang tidak
penting dan lebih mengutamakan apa yang menjadi prioritasnya yaitu
sebagai seorang siswa adalah belajar.
d. Pengembangan Diri (Self Development)
Adalah perbuatan menyempurnakan atau meningkatkan diri sendiri
dalam berbagai hal. Pengembangan diri yang lengkap dan penuh
mencakup segenap sumberdaya pribadi dalam diri seorang siswa, yaitu:
1) Kecerdasan pikiran: untuk menambah kearifan pengetahuan dan
ketrampilan yang berguna dalam hidup,
2) Watak kepribadian: untuk membina budi yang luhur dan perilaku yang
susila.
3) Rasa kemasyarakatan: untuk menumbuhkan hasrat memajukan
masyarakat dan membantu orang lain yang kurang beruntung dalam
kehidupan
Comments
Post a Comment