Aspek-aspek regulasi diri

 


Bandura (dalam Pisani, 2017: 18) menyebutkan tiga hal yang merupakan aspek
dari regulasi diri, diantaranya:
a. Observasi diri
Perilaku yang didasarkan pada faktor kualitas penampilan, kuantitas
penampilan dan orisinalitas tingkah laku diri setelah melakukan kegiatan atau
tujuan.
b. Proses penilaian
Proses untuk melihat kesesuaian tingkah laku dengan standar atau persepsi
pribadi, membandingkan tingkah laku orang lain, dan menilai berdasarkan
pentingnya suatu aktivitas. Individu yang percaya dan bertanggung jawab atas 
kegagalan yang tidak maksimal dari dirinya maka orang tersebut memiliki
regulasi diri lebih baik daripada orang yang meyakini kegagalan berasal dari
faktor yang di luar kendali.
c. Reaksi diri
Faktor internal yang didasarkan pada penilaian individu terhadap dirinya
sendiri dan bagaimana individu tersebut mengevaluasi dirinya secara positif
atau negatif serta memberikan hadiah atau hukuman terhadap dirinya sendiri.
Zimmerman (dalam Fitriya & Lukmawati, 2016: 67) menyebutkan adanya tiga
aspek dalam regulasi diri diantaranya:
a. Metakognitif
Pemahaman dan kesadaran tentang proses kognitif atau pikiran tentang
berpikir. Metakognisi merupakan proses yang penting karena pengetahuan
seseorang tentang kognisinya dapat membimbing dirinya mengatur atau
menata peristiwa yang akan dihadapi dan memilih strategi yang sesuai agar
dapat meningkatkan kinerja kognitifnya ke depan.
b. Motivasi
Fungsi dari kebutuhan dasar untuk mengontrol dan berkaitan dengan
kemampuan yang ada pada setiap individu.
c. Perilaku
Upaya individu untuk mengatur diri, menyeleksi, dan memanfaatkan maupun
mendukung aktivitasnya

Comments

Popular Posts