Aspek-Aspek Regulasi Emosi

 


Ada sembilan strategi regulasi emosi yang dikemukakan oleh
Garnefski, dkk (2001). Kesembilan strategi tersebut yaitu :
a. Menyalahkan Diri Sendiri (Self-Blame )
Merupakan suatu strategi dimana individu menyalahkan dirinya
sendiri mengenai peristiwa hidupnya, terutama peristiwa negatif.
b. Menyalahkan Orang Lain (Other-Blame)
Merupakan suatu strategi dimana individu menyalahkan orang lain
atau lingkungannya atas peristiwa yang dialaminya, terutama
peristiwa negatif. 
c. Pemusatan Pikiran (Rumination of Focus or Thougt)
Individu memusatkan pikirannya pada emosi-emosi negatif yang
timbul atau peristiwa negatif yang dialami, sehingga pemikiran
individu sepenuhnya tercurah terhadap hal negatif yang dialami.
d. Berpikir yang Terburuk (Catastrophizing)
Menggunakan strategi pemikran bahwa hal-hal negatif atau
peristwa negatif yang terjadi pada diri individu merupakan sesuatu
yang sangat buruk atau bahkan paling buruk.
e. Membandingkan Permasalahan (Putting into Perspective)
Individu membandingkan satu masalah dengan masalah lain yang
sama-sma melibatkan emosi, kemudian mempersepsikan masalahmasalah yang terjadi dalam hidupnya tersebut.
f. Memikirkan Hal Positif (Positive Refocusing)
Individu memikirkan hal-hal atau kemungkinan-kemungkinan
yang menyenangkan di balik masalah yang dihadapinya, sehingga
tidak terfokus pada dampak dan emosi negatif dari suatu masalah.
g. Pemaknaan Positif (Positive Reappraisal)
Memaknai masalah yang dialami individu secara positif, sehingga
terhindar dari pemikiran-pemikiran irasional yang bisa menyebabkan
berbagai masalah. 
h. Penerimaan (Acceptance)
Menerima semua peristiwa di dalam hidup, termasuk peristiwa
negatif sebagai pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik lagi, bukan
menyesalinya.
i. Perencanaan (Refocus on Planning)
Pola pikir tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana
mengatasi peristiwa negatif yang menimpanya

Comments

Popular Posts