Aspek-Aspek Self-Regulated Learning
Self-regulation merupakan fundamen dalam proses sosialisasi dan
melibatkan perkembangan fisik, kognitif dan emosi (Papalia, 2001). Individu
dengan self-regulation pada tingkat yang tinggi akan memiliki kontrol yang
baik dalam mencapai tujuan akademisnya. Self-regulation yang diterapkan
dalam self-regulated learning, mengharuskan individu berfokus pada proses
pengaturan diri guna memperoleh kemampuan akademisnya. Menurut
Zimmerman (1989), self-regulated learning terdiri atas pengaturan dari tiga
aspek umum pembelajaran akademis, yaitu metakognisi, motivasi dan
perilaku.
a. Metakognisi
Metakognisi adalah kemampuan individu dalam merencanakan,
mengorganisasi, mengatur, memonitor, serta melakukan evaluasi terhadap
belajar. Sehingga dapat mengatur kegiatan yang dilakukan secara
sistematis, dan mampu berorientasi dalam mencapai tujuan.
b. Perilaku
Perilaku adalah upaya individu untuk mengatur diri, memilih atau
menyeleksi, dan memanfaatkan maupun menciptakan yang mendukung
aktivitas dalam belajarnya.
c. Motivasi
Motivasi dalam self-regulated learning ini merupakan pendorong
(drive) yang ada pada diri individu yang mencakup persepsi terhadap
efikasi diri, kompetensi dan otonomi dalam aktivitas belajar. Aspek
motivasi merupakan pendorong yang ada pada diri individu yang
mencakup keyakinan akan diri sendiri (self-efficacy) dan kompetensi
otonomi yang dimiliki individu dalam aktivitas belajarnya. Aspek
motivasi meliputi beberapa fokus yaitu keyakinan individu (selfefficacy), nilai intrinsik dan tingkat kecemasan pada tugas. Motivasi
melibatkan aktivitas yang penuh tujuan dalam memulai, mengatur atau
menambah kemauan untuk memulai, mempersiapkan tugas berikutnya,
atau menyelesaikan aktivitas tertentu atau sesuai tujuan. Regulasi
motivasi adalah semua pemikiran, tindakan atau perilaku dimana
individu sebagai seorang siswa berusaha mempengaruhi pilihan, usaha,
dan ketekunan tugas akademisnya. Regulasi motivasi meliputi
masteryself-talk, extrinsic self-talk, relative ability self-talk, relevance
enhancement, situasional interest enhancement, self-consequating, dan
penyusunan lingkungan (environment structuring)
Comments
Post a Comment