Definisi College Adjustment


Secara umum, adjustment atau penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai
pencapaian keseimbangan mental dan perilaku antara kebutuhan individu dan
tuntutan orang lain. Definisi ini menyiratkan bahwa penyesuaian berkaitan dengan
membawa sesuatu ke keadaan yang memuaskan atau mengadaptasi diri ke
situasi baru (Mattanah, 2016). Selain itu, adjustment dapat diartikan sebagai
proses yang melibatkan respon mental dan perilaku dari individu dalam memenuhi
kebutuhan serta mengatasi ketegangan, frustasi, dan konflik agar tercapai
keselarasan dan keharmonisan antara kebutuhan dan tuntutan yang berasal dari
lingkungan. Adjustment juga merupakan sebuah mastery of self atau penguasaan
diri sehingga dorongan, impuls, emosi, dan kebiasaan individu berada dibawah
kontrol dan arah yang konstan. Oleh karena itu, apabila individu mengalami
hambatan dalam proses penyesuaian diri, maka individu tersebut tidak berhasil
meredakan ketegangan yang berasal dari ketidakberhasilan memberikan respon
yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari lingkungan (Schneiders, 1960).

Dalam konteks perguruan tinggi, konsep penyesuaian diri dikenal dengan
istilah college adjustment. Al-khatib, Awamleh, & Samawi (2012) mendefinisikan
college adjustment sebagai kemampuan mahasiswa untuk memahami materi
dengan baik dan memulai hubungan persahabatan dengan teman dan dosen serta
kemampuan dalam menyelesaikan masalah psikologis dan sosial. Baker dan Siryk
(1984) menyatakan bahwa college adjustment adalah suatu proses interaksi
multidimensi antara individu dengan lingkungannya, dalam usaha untuk 
menyelaraskan antara tuntutan dan kebutuhan internal individu dengan tuntutan
dari lingkungan kampus. Multidimensional artinya college adjustment melibatkan
tuntutan-tuntutan di lingkungan perguruan tinggi dari berbagai aspek sehingga
membutuhkan respon-respon yang berbeda. Ketika mahasiswa merasa sudah
adjust dengan lingkungannya, maka mereka dinilai mampu merespon tuntutan
akademik dengan baik, berinteraksi secara sosial dan terlibat dalam kegiatan
perkuliahan, mampu memelihara kesehatan jasmani rohani, serta memiliki
keterikatan dan komitmen terhadap institusi perguruan tinggi

Comments

Popular Posts