Definisi Kesejahteraan Psikologis

 Karakteristik orang yang memiliki kesejahteraan psikologis merujuk pada pandangan Rogers (1965) tentang orang yang berfungsi penuh (fully-functioning person), pandangan Maslow (1965) tentang aktualisasi diri (self actualization), pandangan Jung, Baynes, dan Beebe (2016) tentang individuasi, konsep Allport (1952) tentang kematangan, juga sesuai dengan konsep Erikson (1980) dalam menggambarkan individu yang menggapai integrasi dibanding putus asa (Lopez & Snyder, 2003).  

Psychological well-being atau kesejahteraan psikologis merupakan suatu pencapaian penuh dari potensi psikologis dan suatu kondisi individu yang dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, memiliki pribadi mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan memiliki pertumbuhan pribadi yang baik (Ryff, 1989; Ryff & Keyes, 1995). Konsepsi kesejahteraan psikologis merupakan integrasi dari teori-teori perkembangan manusia, teori psikologi klinis, dan konsepsi mengenai kesehatan mental (Ryff, 1989). Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ryff, kesejahteraan psikologis merupakan kondisi individu yang terintegrasi dari teori psikologi perkembangan dan klinis. Huppert (2009) mengatakan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan segala persoalan mengenai hidup yang dapat berjalan baik, sebagai gabungan dari perasaan baik dan bagaimana individu dapat berfungsi secara efektif. Menurut Bradburn (1969) kebahagiaan merupakan sebagai hasil dari kesejahteraan psikologis dan merupakan tujuan tertinggi yang ingin dicapai oleh setiap manusia. Seseorang merasa memiliki kesejahteraan psikologis yang baik karena ada beberapa hal yang juga mempengaruhi hubungan positif dengan orang lain seperti bersosialisasi dengan orang lain. Berdasarkan teori tersebut, kesejahteraan psikologis merupakan tujuan tertinggi pada setiap manusia yang membantu manusia dalam kehidupannya sehingga individu dapat berfungsi efektif

Comments

Popular Posts